TRENDING NEWS

Senin, 11 Mei 2026

*SUKSES TAMPILKAN UMKM UNGGULAN, PERSIT KCK PD II/SRIWIJAYA DOMINASI PAMERAN NASIONAL "PERSIT BISA 2" 2026*





_Pameran Nasional _Persit BISA 2_ yang digelar pada 7–9 Mei 2026 di Kartika Expo Centre, Balai Kartini, Jakarta, berlangsung sukses dan meriah. Persit KCK PD II/Sriwijaya tampil menonjol dengan menampilkan produk UMKM unggulan serta mendominasi rangkaian kegiatan pameran tersebut.


Selama tiga hari pelaksanaan, _booth_ UMKM Persit KCK PD II/Sriwijaya selalu ramai dikunjungi. Beragam produk binaan ditampilkan, mulai dari wastra Tapis Lampung dan Songket Palembang, olahan ikan khas Sumsel, kopi robusta, hingga kerajinan tangan dan produk ekonomi kreatif lainnya. Minat pembeli sangat tinggi, transaksi penjualan melampaui target yang ditetapkan, bahkan beberapa UMKM PD II/Sriwijaya langsung ditawari kerja sama dengan _brand_ nasional dan _buyer_ ritel modern. Kualitas dan inovasi produk anggota Persit KCK PD II/Sriwijaya mendapat apresiasi tinggi dari pengunjung, pejabat, hingga _buyer_ nasional.


Tidak hanya di _booth_, Persit KCK PD II/Sriwijaya juga mendominasi panggung utama _Persit BISA 2_. Pada hari kedua, tim PD II/Sriwijaya menggelar _fashion show_ Ragam Tapis Lampung yang memukau pengunjung. Di hari ketiga, Ketua Persit KCK Daerah II/Sriwijaya Ny. Desi Ujang Darwis tampil anggun membawakan Kawai Kanduk OKU Selatan dalam _Fashion Show_ Wastra Nusantara oleh para Ketua Daerah.


Dominasi PD II/Sriwijaya semakin lengkap dengan raihan empat penghargaan dari Ketua Umum Persit KCK Ny. Uli Simanjuntak dalam rangka HUT ke-80 Persit KCK: Juara Harapan II Lomba Posyandu se-Regional II, Apresiasi Peserta Donor Darah terbanyak kedua nasional, Juara I Lomba Kader Posyandu Berprestasi tingkat PD II/Sriwijaya, dan Juara I Lomba Kader BKB Tingkat PD II/Sriwijaya.


Ketua Persit KCK PD II/Sriwijaya Ny. Desi Ujang Darwis menyampaikan terima kasih atas antusiasme pengunjung dan dukungan semua pihak. 


_“Keikutsertaan di Persit BISA 2 ini menjadi bukti bahwa anggota Persit KCK PD II/Sriwijaya BISA: Berdaya dalam ekonomi, Inovatif dalam karya, Sejahtera bersama keluarga, dan Adaptif terhadap zaman. Ini akan terus kami lanjutkan sampai ke tingkat ranting,”_ ujar Ny. Desi Ujang Darwis, Senin (11/05/2026). 


Pameran Nasional _Persit BISA 2_ resmi ditutup oleh Ketua Umum Persit KCK Ny. Uli Simanjuntak dan turut dihadiri Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. beserta Staf TNI AD. Suasana hangat, meriah, dan penuh kebersamaan menjadi penutup manis gelaran tahun ini.


Melalui _Persit BISA 2_, Persit KCK PD II/Sriwijaya meneguhkan komitmennya untuk terus berkarya, berdaya, dan berakhlak mulia, setia mendampingi prajurit dan berkontribusi bagi negeri.

Jumat, 08 Mei 2026

Rutan Muntok Komitmen Bersama Berantas Narkoba, HP Ilegal, dan Penipuan melalui Ikrar dan Razia Gabungan




MUNTOK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok mempertegas langkah nyata dalam memberantas peredaran Narkoba, penggunaan Handphone ilegal, dan praktik Penipuan (Halinar). Komitmen ini diwujudkan melalui apel ikrar bersama dan razia gabungan skala besar yang digelar pada Jumat pagi (8/5/2026).


Kegiatan yang dipusatkan di Aula Rutan Muntok ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan (Karutan), Andri Ferly, dengan melibatkan sinergi lintas instansi dari personel Polsek Mentok dan Koramil Mentok.


Ikrar Integritas: Bukan Sekadar Seremonial

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dengan pembacaan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Halinar yang diikuti oleh seluruh pejabat struktural, petugas pengamanan, serta Aparat Penegak Hukum (APH). Penandatanganan dokumen ikrar menjadi simbol pakta integritas bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran di dalam jeruji besi.


Dalam amanatnya, Andri Ferly menekankan bahwa integritas petugas adalah fondasi utama dalam menjaga marwah institusi pemasyarakatan.


"Melalui apel ikrar ini, kami ingin memperkuat komitmen seluruh petugas. Kita harus memastikan Rutan Muntok tetap bersih, aman, dan berwibawa. Tidak ada kompromi bagi siapa pun yang mencoba bermain dengan narkoba maupun alat komunikasi ilegal," tegas Andri Ferly.


Sinergi Lintas Sektoral dan Razia Gabungan

Usai prosesi ikrar, suasana beralih menjadi lebih ketat. Tim gabungan langsung bergerak menuju blok-blok hunian untuk melakukan penggeledahan mendadak. Satu per satu kamar warga binaan diperiksa secara teliti guna memastikan tidak ada barang terlarang yang disembunyikan.


Karutan menambahkan bahwa kehadiran TNI dan Polri dalam razia ini merupakan bukti solidnya sinergi antar-instansi di wilayah Mentok dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.


Tindak Tegas Pelanggaran

Senada dengan Karutan, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Muntok, Alex, menyatakan bahwa pengawasan akan terus ditingkatkan secara berkala dan insidental.


"Ini adalah bentuk deteksi dini. Kami tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun terhadap pelanggaran. Jika ditemukan warga binaan yang melanggar, akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," pungkas Alex.


Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang siang tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif, menandai babak baru penguatan pengawasan di Rutan Kelas IIB Muntok.

(Indah)

Kamis, 09 April 2026

BREAKING NEWS Mobil Innova Tabrak Pagar Cagar Budaya di Mentok, Satu Warga Tewas




Bangka Barat, 10 April 2026 — Kecelakaan tragis terjadi di kawasan Pelabuhan Lama Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.


Sebuah mobil jenis Toyota Innova berwarna silver dengan nomor polisi BN 1332 OL, yang menurut keterangan warga dikemudikan oleh seorang wanita, melaju dari arah Terminal Mentok. Sesaat setelah keluar dari gapura Pelabuhan Lama, kendaraan tersebut diduga hilang kendali dan langsung menghantam sudut pagar bangunan cagar budaya yang dikenal sebagai Rumah Mayor.


Nahas, di lokasi kejadian terdapat seorang warga yang sedang duduk di sudut tembok. Korban yang diketahui bernama Udin, warga Tanjung, langsung tertabrak kendaraan tersebut dan mengalami luka serius.


Warga sekitar yang sedang beraktivitas mengaku terkejut mendengar suara benturan keras. Saat didatangi, mereka mendapati kendaraan telah menabrak pagar dan korban sudah dalam kondisi terkapar.


“Suara dentumannya keras sekali. Kami kira apa, ternyata mobil sudah menabrak dan korban sudah jatuh,” ujar salah satu saksi di lokasi.


Korban sempat dilarikan menuju RSUD Sejiran Setason untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, dalam perjalanan, nyawa korban tidak tertolong.


Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa pengemudi kendaraan dan sejumlah saksi di lokasi kejadian.


Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan bersejarah sekaligus jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan.

(Indah)

Senin, 30 Maret 2026

Polres Bangka Barat Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Tersangka AB Diamankan




Polres Bangka Barat melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.


Kasus ini dilaporkan ke Polres Bangka Barat pada 29 Januari 2026, dan langsung ditindaklanjuti secara cepat oleh penyidik hingga berhasil mengungkap serta menetapkan tersangka.


Dalam perkara tersebut, penyidik menetapkan seorang pria berinisial AB (44) sebagai tersangka. Sementara korban merupakan anak perempuan berinisial CWR (15) dan pelapor berinisial D (39).


Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas IPTU Yos Sudarso menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja cepat dan profesional jajaran Satreskrim dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.


“Setelah laporan diterima pada 29 Januari 2026, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Bangka Barat langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan secara intensif,” ujar IPTU Yos Sudarso.


Ia menjelaskan, proses penanganan perkara dilakukan secara sistematis, mulai dari pengumpulan alat bukti, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pemeriksaan terhadap terduga pelaku berinisial AB.


“Berdasarkan hasil penyidikan dan didukung alat bukti yang cukup, penyidik kemudian melaksanakan gelar perkara dan menetapkan AB sebagai tersangka,” jelasnya.


Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada 15 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB di sebuah rumah di wilayah Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban berinisial CWR mengaku telah menjadi korban perbuatan cabul yang dilakukan oleh tersangka AB.


Dalam pengungkapan ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban saat kejadian.


Lebih lanjut, IPTU Yos menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal kepada korban serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.


“Kami menjamin penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan perlindungan terhadap korban, khususnya anak di bawah umur,” tegasnya.


Saat ini, tersangka AB telah diamankan di Polres Bangka Barat dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.


Polres Bangka Barat juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap bentuk tindak pidana, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan anak, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


(Indah)

Minggu, 29 Maret 2026

Doa dan Saling Memaafkan Warnai Halal Bihalal Polres Bangka Barat Usai Operasi Ketupat 2026




Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan halal bihalal Polres Bangka Barat yang digelar di Mako Polres, Selasa (30/3/2026), usai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka Barat ini menjadi momen istimewa bagi seluruh personel, bukan hanya untuk berkumpul, tetapi juga untuk saling memaafkan dan memanjatkan doa bersama sebagai bentuk refleksi atas pelaksanaan tugas yang telah dilalui.


Dalam suasana penuh kekeluargaan, doa bersama menjadi inti dari kegiatan tersebut.


Seluruh personel larut dalam harapan yang sama, memohon perlindungan, kekuatan, serta kelancaran kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas ke depan.


Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Bangka Barat, AKP Amri, S.H., M.Si., atas seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., menyampaikan bahwa halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk kembali menyatukan hati dan niat seluruh personel.


“Melalui doa bersama dan saling memaafkan, kita berharap seluruh personel dapat kembali menjalankan tugas dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, serta semangat pengabdian yang tinggi kepada masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tidak terlepas dari kerja keras dan kebersamaan seluruh anggota, sehingga momen halal bihalal ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus penguat kebersamaan.


“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi momen spiritual yang memperkuat mental dan soliditas personel dalam menghadapi tugas-tugas ke depan,” tambahnya.


Dengan nuansa doa yang khusyuk dan penuh harapan, kegiatan halal bihalal ini menjadi simbol bahwa Polres Bangka Barat tidak hanya kuat dalam pelaksanaan tugas di lapangan, tetapi juga memiliki kekuatan batin dan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang mengiringi langkah seluruh personel untuk terus mengabdi dengan tulus, menjaga keamanan, serta menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

(Indah)

Selasa, 24 Maret 2026

Tiga Pantai di Bangka Barat Dipadati Wisatawan, Kapolres Turun Ingatkan Pengawasan Anak dan Barang Bawaan




Lonjakan pengunjung selama libur Idul Fitri terlihat di sejumlah objek wisata pantai di Bangka Barat. Tiga titik yang menjadi perhatian yakni Pantai Tanjung Kalian, Pantai Batu Rakit, dan Pantai Baru yang dipadati masyarakat sejak sehari sebelumnya.


Menyikapi kondisi tersebut, Polres Bangka Barat melaksanakan patroli dialogis dan pemantauan langsung pada Selasa siang guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung.

Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, mengatakan bahwa peningkatan jumlah wisatawan menjadi fokus utama pengamanan di lapangan.


“Hari ini kami melaksanakan patroli dialogis dan pemantauan di objek wisata, karena sejak kemarin pantai-pantai ini dipadati masyarakat yang berlibur bersama keluarga,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, petugas juga aktif menyampaikan imbauan kepada pengunjung. Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap barang bawaan agar tidak tertinggal maupun hilang di tengah keramaian.


Selain itu, pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di kawasan pantai menjadi perhatian penting, mengingat tingginya aktivitas di area tersebut.


“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan barang bawaannya. Kemudian kepada para orang tua, agar anak-anak yang bermain di pantai tetap dipantau dan diawasi,” tegasnya.


Dari hasil pemantauan, situasi di ketiga objek wisata tersebut terpantau ramai namun tetap aman dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di tengah keramaian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan.


“Silakan menikmati libur Lebaran, namun tetap utamakan keselamatan,” tutup Kapolres.

Sabtu, 21 Maret 2026

Polres Bangka Barat Pastikan Salat Idulfitri 1447 H Berjalan Lancar dan Kondusif



Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (21/3/2026), berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. 

Kegiatan ibadah yang digelar di berbagai masjid dan lapangan terbuka tersebut mendapat pengamanan dari jajaran Polres Bangka Barat bersama Polsek setempat.

Salat Idulfitri juga dipusatkan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangka Barat di Lapangan Gelora Mentok. Meski sempat dialihkan lokasi akibat hujan, pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar dengan diikuti ratusan jemaah.

Pengamanan tidak hanya dilakukan oleh personel kepolisian, namun juga melibatkan unsur masyarakat seperti Pemuda Katolik dan Persatuan Batak Bersatu yang turut membantu pengaturan lalu lintas serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. 

Sinergi lintas elemen ini dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Selain di Mentok, pelaksanaan Salat Idulfitri juga berlangsung di sejumlah kecamatan seperti Simpang Teritip, Jebus, Parittiga, Kelapa, dan Tempilang dengan jumlah jemaah bervariasi di tiap lokasi. Seluruh kegiatan mendapat pengamanan dari personel Polres dan Polsek jajaran sesuai kebutuhan di lapangan.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini berjalan dengan aman dan kondusif berkat kerja sama semua pihak.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di wilayah hukum Polres Bangka Barat berjalan lancar, aman, dan khidmat. Ini tidak terlepas dari sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, serta partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan elemen masyarakat seperti Pemuda Katolik dan organisasi kemasyarakatan yang turut membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Toleransi dan kebersamaan ini menjadi cerminan kehidupan masyarakat Bangka Barat yang harmonis,” tambahnya.

Dengan berakhirnya pelaksanaan Salat Idulfitri, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta meningkatkan kewaspadaan selama momentum hari raya.

Jumat, 13 Maret 2026

Polres Bangka Barat Gelar Gerakan Pangan Murah, 1 Ton Beras SPHP Disalurkan untuk Ringankan Beban Masyarakat



BANGKA BARAT - Polres Bangka Barat menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri secara serentak pada Jumat (13/3/2026) pagi di Terminal Lama depan Masjid Jami, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Kegiatan tersebut diawali dengan Zoom Meeting launching Gerakan Pangan Murah Polri yang dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.

Dalam pelaksanaannya di Mentok, sebanyak 1.000 kilogram atau 1 ton beras SPHP disediakan dan seluruhnya habis terjual kepada masyarakat. Tercatat sekitar 100 warga memanfaatkan program tersebut untuk mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Polres Bangka Barat berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya membantu menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Bangka Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya penjualan beras SPHP dengan harga terjangkau tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, dengan antusiasme warga yang cukup tinggi untuk memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh Polres Bangka Barat.

Kamis, 12 Maret 2026

Polda Babel Gelar Operasi Ketupat Menumbing 2026, 1.602 Personel Gabungan Disiagakan*



Polda Bangka Belitung melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Menumbing (OKM) 2026. Apel digelar sebagai kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apel berlangsung dihalaman Mapolda Babel, Kamis (12/3/26) sore yang dipimpin Gubernur Babel Hidayat Arsani didampingi Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing.

Tampak hadir sejumlah unsur Forkopimda termasuk Ketua DPRD Babel serta Wakapolda, PJU hingga pimpinan instansi terkait.

Dari pantauan, Gubernur dan Kapolda turut menyematkan pita kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya OKM di Babel. Selain itu, Kapolda didampingi Forkopimda juga melakukan pengecekan satu persatu pasukan yang tergelar di lapangan.

Kapolda Irjen Pol Viktor mengatakan sebanyak ribuan personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat Menumbing 2026 yang berlangsung selama 13 hari kedepan.

"Operasi ini, personel yang diturunkan gabungan. Ada Polri, TNI, Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait dengan jumlah 1.602 personel. Semua yang terlibat sesuai fungsinya masing-masing,"kata Viktor usai apel.

Selain itu, Viktor juga membeberkan penempatan personel yang terlibat nantinya disesuaikan dengan objek kegiatan masing-masing seperti tempat ibadah, bandara, pelabuhan hingga tempat wisata.

"Nanti disesuaikan dengan objek kegiatan, misalnya ibadah berarti di Masjid. Kalau mengantisipasi arus mudik dan balik, karena kita Kepulauan berarti di Bandara, Pelabuhan dan lain-lain,"bebernya.

"Termasuk yang diperkirakan jadi lokasi balapan liar jadi objek sasaran kita. Dan pasca lebaran nanti biasanya di tempat wisata, semuanya jadi konsentrasi kita bersama,"sambungnya.

Eks Kadivkum Polri ini juga menyebutkan pihaknya telah menyiapkan berbagai Pos selama Operasi Ketupat Menumbing berlangsung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pos yang disiapkan diantaranya 20 Pos Pengamanan (Pospam), 9 Pos Pelayanan (Posyan) dan 5 Pos Terpadu yang tersebar di Babel.

"Harapan kita, semua kegiatan mulai dari puasa, taraweh nanti sampai Solat Idul Fitri, termasuk ada biasanya malam takbiran semua berjalan aman, lancar dan kondusif,"

Sementara, Gubernur Babel Hidayat Arsani menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Menumbing ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan seluruh Indonesia.

Oleh karenanya, ia memastikan semua personel yang terlibat baik dari Polri, TNI maupun Pemerintah Daerah harus dalam posisi aman.

"Tiap tahun ini adalah SOP kita diseluruh Indonesia, namanya Operasi Ketupat dalam rangka menyambut Idul Fitri. Semua posisi harus dalam aman dan berharap Babel kondusif, aman dan terkendali,"ucapnya.

Selain itu, Gubernur juga menegaskan tidak ada perbedaan pengamanan dalam setiap agenda operasi yang berlangsung di Bangka Belitung.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati selama melaksanakan mudik ke kampung halaman.

"Kita selama lebaran 24 jam. Tahun baru, imlek dan lebaran, semua sama, tidak ada perbedaan. Mudahan-mudahan tidak terjadi apa-apa,"tegasnya.

"Kepada pemudik, jangan lupa cek surat kendaraannya dan cek fisik kendaraannya. Semoga selamat sampai tujuan,"pungkasnya.

Sebagai informasi, Polda Babel resmi menggelar Operasi Ketupat Menumbing 2026 melalui apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Mapolda.

Operasi Ketupat Menumbing 2026 ini digelar selama 13 hari kedepan terhitung sejak tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Polda Babel Gelar Operasi Ketupat Menumbing 2026, 1.602 Personel Gabungan Disiagakan*



Polda Bangka Belitung melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Menumbing (OKM) 2026. Apel digelar sebagai kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apel berlangsung dihalaman Mapolda Babel, Kamis (12/3/26) sore yang dipimpin Gubernur Babel Hidayat Arsani didampingi Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing.

Tampak hadir sejumlah unsur Forkopimda termasuk Ketua DPRD Babel serta Wakapolda, PJU hingga pimpinan instansi terkait.

Dari pantauan, Gubernur dan Kapolda turut menyematkan pita kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya OKM di Babel. Selain itu, Kapolda didampingi Forkopimda juga melakukan pengecekan satu persatu pasukan yang tergelar di lapangan.

Kapolda Irjen Pol Viktor mengatakan sebanyak ribuan personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat Menumbing 2026 yang berlangsung selama 13 hari kedepan.

"Operasi ini, personel yang diturunkan gabungan. Ada Polri, TNI, Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait dengan jumlah 1.602 personel. Semua yang terlibat sesuai fungsinya masing-masing,"kata Viktor usai apel.

Selain itu, Viktor juga membeberkan penempatan personel yang terlibat nantinya disesuaikan dengan objek kegiatan masing-masing seperti tempat ibadah, bandara, pelabuhan hingga tempat wisata.

"Nanti disesuaikan dengan objek kegiatan, misalnya ibadah berarti di Masjid. Kalau mengantisipasi arus mudik dan balik, karena kita Kepulauan berarti di Bandara, Pelabuhan dan lain-lain,"bebernya.

"Termasuk yang diperkirakan jadi lokasi balapan liar jadi objek sasaran kita. Dan pasca lebaran nanti biasanya di tempat wisata, semuanya jadi konsentrasi kita bersama,"sambungnya.

Eks Kadivkum Polri ini juga menyebutkan pihaknya telah menyiapkan berbagai Pos selama Operasi Ketupat Menumbing berlangsung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pos yang disiapkan diantaranya 20 Pos Pengamanan (Pospam), 9 Pos Pelayanan (Posyan) dan 5 Pos Terpadu yang tersebar di Babel.

"Harapan kita, semua kegiatan mulai dari puasa, taraweh nanti sampai Solat Idul Fitri, termasuk ada biasanya malam takbiran semua berjalan aman, lancar dan kondusif,"

Sementara, Gubernur Babel Hidayat Arsani menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Menumbing ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan seluruh Indonesia.

Oleh karenanya, ia memastikan semua personel yang terlibat baik dari Polri, TNI maupun Pemerintah Daerah harus dalam posisi aman.

"Tiap tahun ini adalah SOP kita diseluruh Indonesia, namanya Operasi Ketupat dalam rangka menyambut Idul Fitri. Semua posisi harus dalam aman dan berharap Babel kondusif, aman dan terkendali,"ucapnya.

Selain itu, Gubernur juga menegaskan tidak ada perbedaan pengamanan dalam setiap agenda operasi yang berlangsung di Bangka Belitung.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati selama melaksanakan mudik ke kampung halaman.

"Kita selama lebaran 24 jam. Tahun baru, imlek dan lebaran, semua sama, tidak ada perbedaan. Mudahan-mudahan tidak terjadi apa-apa,"tegasnya.

"Kepada pemudik, jangan lupa cek surat kendaraannya dan cek fisik kendaraannya. Semoga selamat sampai tujuan,"pungkasnya.

Sebagai informasi, Polda Babel resmi menggelar Operasi Ketupat Menumbing 2026 melalui apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Mapolda.

Operasi Ketupat Menumbing 2026 ini digelar selama 13 hari kedepan terhitung sejak tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Sabtu, 28 Februari 2026

Hutan Mangrove Mengkubung Rusak Parah, Alat Berat Terjang Kawasan Konservasi



BELINYU – Ekosistem hutan lindung mangrove di Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, kini berada dalam kondisi kritis. Selama sepekan terakhir, aktivitas penambangan timah ilegal yang melibatkan alat berat dilaporkan beroperasi bebas, memicu kerusakan lingkungan yang signifikan di wilayah konservasi tersebut.

Berdasarkan investigasi dan informasi lapangan, kerusakan hutan ini dipicu oleh pengoperasian unit alat berat dan mesin tambang di zona sensitif. Berikut detail aktivitas di lokasi:

Terpantau satu unit ekskavator (PC) dan satu unit mesin tambang rajuk yang aktif melakukan pengerukan.

Penambangan berada sangat dekat dengan pangkalan perahu nelayan Mengkubung, yang merupakan jalur vital ekonomi warga pesisir. 
Dugaan Pelaku: Aktivitas ini disinyalir dikoordinir oleh oknum warga berinisial Kmr warga Simpang Mengkubung. Hingga berita ini diturunkan, kegiatan tersebut diduga kuat tidak mengantongi izin resmi ilegaKerusakan bentang alam di 
Mengkubung tidak hanya merugikan secara ekologis, tetapi juga mengancam mata pencaharian warga. Beberapa dampak nyata yang terpantau meliputi:

Pohon-pohon mangrove yang berfungsi sebagai penahan abrasi tumbang akibat pengerukan alat berat.

okasi tambang yang berdekatan dengan dermaga dikhawatirkan menutup akses keluar-masuk perahu nelayan.

Kepunahan Habitat: Kerusakan ekosistem mangrove secara otomatis merusak tempat berkembang biak ikan dan kepiting, yang menjadi komoditas utama tangkapan warga.

Meskipun telah beroperasi selama satu minggu tanpa hambatan, warga berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang sebelum kerusakan semakin meluas.

"Hutan mangrove adalah benteng alam. Jika dibiarkan rusak demi kepentingan pribadi, masyarakat luas dan nelayanlah yang akan menanggung dampaknya dalam jangka panjang."

Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera turun ke lapangan guna menertibkan tambang ilegal tersebut. Pelaku diharapkan dapat ditindak tegas sesuai dengan UU Kehutanan dan UU Lingkungan Hidup yang berlaku demi menyelamatkan sisa-sisa hutan mangrove di Belinyu.

Rabu, 25 Februari 2026

Diduga Ahen terjaring Operasi, Isu Bekingan Kuat Mengguncang Babel



MENTOK — Jagat pertimahan Bangka Belitung kembali memanas. Kabar mengejutkan mengenai diamankannya pengusaha timah kenamaan asal Mentok, Ahian alias Ahen, sontak memicu kegaduhan. Ahen diduga terlibat dalam upaya penyelundupan timah skala besar yang terendus aparat di kawasan pesisir.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dan merujuk pada pemberitaan Babelterkini.com, peristiwa ini bermula dari dugaan upaya penyelundupan dua truk pasir timah dari kawasan perairan Laut Enjel, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, pada Kamis (26/2/2026).

Ahen dikabarkan diamankan petugas saat proses pengangkutan timah dari jalur laut tersebut sedang berlangsung. Hingga saat ini, status hukum serta barang bukti yang diamankan masih menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat.


Upaya konfirmasi terus dilakukan oleh awak media untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Kasi Humas Polres Bangka Barat akhirnya memberikan respons singkat terkait kabar yang beredar luas ini.

"Terkait informasi tersebut, saat ini personel kami masih di lapangan. Perkara ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Mohon bersabar, nanti akan kami sampaikan perkembangan resminya," tulis Kasi Humas dalam pesan WhatsApp saat dikonfirmasi wartawan.

Pernyataan singkat ini seolah mengonfirmasi adanya pergerakan aparat di lapangan, meski detail mengenai penangkapan Ahen dan penyitaan dua truk timah belum dibuka secara gamblang oleh pihak kepolisian.


Di wilayah Mentok, nama Ahen dikenal sebagai pemain lama dengan jaringan distribusi yang diduga sangat luas. Aktivitas gudang pasir timah miliknya yang berada tepat di belakang kediamannya pun kerap menjadi sorotan warga sekitar.

Penindakan ini langsung memicu spekulasi liar. Publik mempertanyakan apakah operasional pengangkutan timah dalam jumlah besar tersebut mendapatkan perlindungan dari oknum tertentu.


Kasus ini kini menjadi ujian bagi komitmen aparat penegak hukum di Bangka Belitung dalam memberantas tambang dan penyelundupan ilegal. Masyarakat menaruh harapan besar agar:

Pengusutan Tuntas: Kasus diusut tanpa tebang pilih, terutama terkait barang bukti dua truk timah.

Klarifikasi Isu Bekingan: Jika isu keterlibatan "orang kuat" hanyalah rumor, klarifikasi resmi sangat dibutuhkan agar tidak berkembang menjadi fitnah.

Pintu Masuk: Menjadi momentum untuk membongkar jaringan penyelundupan yang lebih besar di wilayah Bangka Barat.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi langsung kepada pihak Ahen belum membuahkan hasil karena nomor telepon yang bersangkutan terpantau tidak aktif. Publik kini menanti rilis resmi atau konferensi pers dari Polres Bangka Barat untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Sabtu, 21 Februari 2026

*Babak Baru Insiden Tambang Pondi Kabupaten Bangka, Polda Babel Kembali Tetapkan 2 Tersangka Baru*


Insiden tambang Pondi di Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka diawal Februari lalu memasuki babak baru. Penyidik Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung kembali menetapkan 2 tersangka.

Terkait penetapan dua tersangka baru itu turut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso, S.IK, MH.

"Ya, ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka baru oleh penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Babel dalam insiden tambang Pondi Kabupaten Bangka,"kata Agus, Sabtu (21/2/26) pagi. 

Agus menyebutkan, dua orang yang ditetapkan tersangka baru dalam kasus ini yakni HT alias At (39) dan MN alias Ni (62). Keduanya, lanjut Agus, merupakan Direktur Utama dan Penanggung Jawab Operasi (PJO) dari CV yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

"Peran kedua tersangka ini yakni, HT alias At selaku Dirut, sedangkan untuk MN alias Ni selaku PJO dari CV. Tiga Saudara,"sebutnya.

Agus menerangkan, penetapan tersangka ini dilakukan pada Jumat 20 Februari 2026 setelah penyidik melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.

"Siang kemarin sudah dilakukan pemeriksaan hingga menetapkan keduanya sebagai tersangka. Saat inipun, keduanya sudah dilakukan penahanan di Rutan Mapolda,"tegasnya.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari  pengembangan perkara terhadap insiden tambang Pondi Kabupaten Bangka yang mengakibatkan 7 korban meninggal dunia.

"Tentunya kami tegaskan disini, bahwa ini merupakan wujud komitmen Bapak Kapolda Babel Irjen Pol Viktor Sihombing yang disampaikan pada Konferensi Pers beberapa waktu lalu untuk terus mengusut dan menuntas kasus insiden Tambang Pondi yang cukup menyita publik ini,"tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Babel resmi menetapkan 3 orang sebagai tersangka pada insiden kecelakaan tambang serta penambangan timah Pondi di Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka.

Penetapan ketiga tersangka ini dilakukan usai penyidik melakukan penyidikan serta pemeriksaan terhadap belasan saksi.

Ha itu disampaikan Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda, Jumat (6/2/26) lalu.

"Setelah melakukan serangkaian penyidikan dan memeriksa 16 saksi, penyidik menetapkan 3 tersangka yang saat ini sudah dilakukan penahanan sejak tanggal 5 Februari 2026,"kata Viktor kepada wartawan.

Dari ketiga tersangka ini, kata Kapolda, proses peristiwanya telah dipisahkan oleh penyidik diantaranya aktivitas penambangan yang mengakibatkan orang meninggal dunia dan penambangan timah ilegal.

"Ada 2 peristiwa disana yang kegiatannya sama dan prosesnya kami pisahkan. Pertama untuk inisial ‎Kh alias A alias HKS, serta S alias A merupakan pemilik, pemodal serta kolektor timah, yang aktivitasnya mengakibatkan tujuh pekerja tambang meninggal dunia,"ujar Viktor.

"Sedangkan tersangka S alias A pemilik pemodal dan kolektor, yang beraktivitas di sebelahnya dengan delapan orang pekerja,"sambungnya.

Selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga melakukan langkah proses penyitaan terhadap barang bukti 1 unit excavator termasuk ada 2 alat berat yang diduga masih tertimbun, peralatan tambang, pasir timah seberat 275 kilogram dan beberapa dokumen lainnya.

"Untuk barang buktinya saat ini sudah diamankan oleh penyidik dan menjadi bahan proses penyidikan selanjutnya,"terangnya.

Senin, 16 Februari 2026

Tuduhan Pengalihan Kernel di Tapung Isapan Jempol, Pemilik Gudang Sebut Narasi "Video Usang" Sengaja Digoreng!

KAMPAR - Pemilik gudang di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, berinisial DM, angkat bicara terkait pemberitaan miring yang menyudutkan usahanya terkait dugaan pengalihan inti sawit (kernel) milik PTPN IV. (16/02/2026).

Dengan nada bicara tinggi dan tegas, DM menyebut narasi yang dibangun sejumlah pihak adalah asumsi prematur yang dipaksakan dan cenderung menjurus pada pembunuhan karakter.

Menanggapi isu panas tersebut, Aparat Penegak Hukum (APH) dilaporkan telah turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar. Hasilnya? Zonk.

Tidak ditemukan satu butir pun inti sawit (kernel) sebagaimana yang dituduhkan dalam pemberitaan sebelumnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa gudang tersebut hanya berisi tumpukan Cangkang Sawit (Palm Kernel Shell), yang secara nilai ekonomi dan legalitas jauh berbeda dengan inti sawit.

"Silakan cek, jangan bicara pakai asumsi di balik meja. APH sudah turun, dan faktanya yang ada hanya cangkang sawit. Kalau tidak mengerti perbedaan kernel dan cangkang, sebaiknya belajar dulu sebelum menyebar narasi yang menyesatkan publik," cetus DM saat dikonfirmasi, Senin (16/02).

DM menyayangkan adanya penyebaran potongan video atau foto yang dijadikan dasar tuduhan. Ia menegaskan bahwa dokumentasi yang beredar kuat dugaan adalah rekaman lama (file lawas) sekitar dua bulan lalu yang sengaja dimunculkan kembali oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kegaduhan.

"Itu video dua bulan lalu! Saat ini sama sekali tidak ada aktivitas seperti yang dituduhkan. Menggunakan video usang untuk menghakimi kondisi hari ini adalah bentuk jurnalisme dangkal yang sangat merugikan," tegasnya dengan nada pedas.

Terkait tuduhan keterlibatan dalam sindikat penggelapan aset negara atau kerugian BUMN, DM memperingatkan semua pihak agar tidak bermain api dengan data yang tidak valid.

"Jangan mencoba membenturkan usaha masyarakat dengan aparat atau instansi negara lewat opini yang dipelintir. Kami menghormati hukum, tapi kami tidak akan tinggal diam jika difitnah dengan data sampah," tambahnya.

Hingga saat ini, kondisi di lokasi terpantau kondusif dan tidak ditemukan adanya aktivitas ilegal. Fakta bahwa yang tersedia hanya tumpukan cangkang sawit secara otomatis mematahkan seluruh spekulasi mengenai "pengalihan muatan" atau "penyamaran tonase" yang sebelumnya dituduhkan secara keji. (Tim Redaksi).

Kamis, 12 Februari 2026

*Polda Babel Kembali Resmikan dan Groundbreaking SPPG, Komitmen Nyata Dukung Program MBG*



Polda Bangka Belitung kembali meresmikan operasional 3 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri pada Jumat (13/2/26). Peresmian sendiri dipusatkan di SPPG Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah.

Selain meresmikan operasional SPPG, Polda Babel juga melakukan groundbreaking 2 unit SPPG Polri yang ada di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Selatan.
Peresmian dan groundbreaking ini dilakukan oleh Wakapolda Babel Brigjen Pol Murry Mirranda yang diikuti oleh Pejabat Polda hingga Kapolres/ta jajaran diwilayah masing-masing.

"Alhamdulillah hingga saat ini, Polda Bangka Belitung telah melaksanakan pembangunan 10 SPPG yang dapat melayani penerima manfaat dengan estimasi 21 ribu siswa yang tersebar di Pulau Bangka dan Pulau Belitung,"kata Murry dalam sambutannya.

Murry membeberkan, dari 10 unit SPPG yang telah dibangun itu, 7 diantaranya sudah beroperasional dan unit yang lainnya sedang berlangsung groundbreaking atau peletakan baru pertama.
Adapun rinciannya sebagai berikut : 
1. SPPG Taman Sari Pangkalpinang dengan 2.702 siswa penerima manfaat.
2. SPPG Merawang Kabupaten Bangka dengan 3.146 siswa penerima manfaat.
3. SPPG Sungailiat Kabupaten Bangka dengan 2.031 siswa penerima manfaat.
4. SPPG Tanjung Pandan Kabupaten Belitung dengan 2.645 siswa penerima manfaat.
5. SPPG Dendang Kabupaten Belitung Timur dengan 2.485 siswa penerima manfaat
6. SPPG Manggar Kabupaten Belitung Timur dengan 2.278 siswa penerima manfaat.
7. SPPG Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah dengan 2.045 siswa penerima manfaat.
8. SPPG Rangkui Polresta Pangkalpinang sedang berlangsung groundbreaking.
9. SPPG Payung Polres Bangka Selatan sedang berlangsung groundbreaking.
10. SPPG Mendo Barat Polres Bangka.

"Untuk SPPG Sungai Selan yang kita hadiri saat ini, telah menjangkau 4 sekolah dengan total penerima manfaat yakni TK/PAUD 219 siswa, SD 886 siswa, SMP 491 siswa dan SMA/SMK 449 siswa dengan total 2.045 siswa,"bebernya.

Lebih lanjut, Jenderal Bintang Satu Polri ini menegaskan pembentukan SPPG ini merupakan bukti nyata dukungan Polri terhadap program prioritas Presiden RI dalam mengentaskan kemiskinan dan masalah gizi terutama pada anak-anak.

 "Tentunya, pemerintah melalui berbagai kebijakannya mendorong semua elemen bangsa termasuk institusi Polri untuk berperan aktif dalam menjawab tantangan sosial yang ada ditengah masyarakat,"tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolda turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mewujudkan program ini.

"Saya mewakili Pak Kapolda, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mewujudkan program ini. Semoga kehadiran SPPG ini memberi manfaat nyata serta menjadi model pelayanan gizi terpadu di Bangka Belitung,"ungkapnya.

Sebagai informasi, peresmian dan groundbreaking di Babel ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan serentak di Indonesia.

Agenda nasional ini dilaksanakan secara terpusat oleh Polri di Jakarta yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Tak hanya itu, kegiatan peresmian dan groundbreaking SPPG Polri serentak serta Gudang Ketahanan Pangan Polri ini turut dihadiri oleh seluruh Kapolda se-Indonesia termasuk Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing.

(Indah)

Rabu, 11 Februari 2026

Dit Polairud Polda Babel Gerebek Gudang Peleburan Pasir Timah Ilegal Di Kabupaten Bangka*



Direktorat Polairud Polda Bangka Belitung menggerebek sebuah gudang di Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Selasa (10/2/26) sore.

Gudang tersebut diketahui dijadikan tempat untuk peleburan (pemurnian) pasir timah menjadi balok secara ilegal.

Terkait pengungkapan kasus itu turut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso.

"Ya benar, Selasa sore tim dari Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Babel berhasil mengggerebek salah satu gudang di Kabupaten Bangka yang disinyalir melakukan aktivitas ilegal peleburan pasir timah,"kata Agus di Mapolda, Kamis (12/2/26) pagi.

Dalam penggerebekan itu, Tim Subdit Gakkum berhasil mengamankan satu orang pekerja dan 12 keping balok timah serta peralatan 

"Ada satu pekerja yang diamankan dilokasi termasuk 12 keping balok timah yang sudah dicetak kurang lebih seberat 300 kilogram. Saat ini sudah di Mako Polairud,"ujarnya.

Usai diamankan, pekerja digudang tersebut mengakui bahwa pemilik dari gudang peleburan timah ilegal yakni berinisal MJ alias W alias Jepang (31) warga Batu Rusa Kabupaten Bangka.

"Berdasarkan pengakuan pekerja, Tim kemudian menangkap MJ alias W alias Jepang. Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka,"terangnya.

Lebih lanjut, Agus menerangkan hingga saat ini Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Babel masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, kata Agus, pasir timah yang dileburkan di gudang tersangka dibeli dari penambangan pasir timah di Perairan DAS Jada Bahrin Merawang Kabupaten Bangka.

Agus menambahkan, atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 161 UU nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana Pasal 161.

"Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan atau pemurnian, pengembangan dan/atau pemanfaatan, pengangkutan, penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun,"pungkasnya.

Minggu, 08 Februari 2026

Perang Ketupat Tempilang: Tawa, Rezeki dan Wajah Kebangkitan Budaya dari Pinggir Kampung Pesisir



Penulis: Agus, Satrio dan Belva Al Akhab 

Tempilang, Bangka Barat — Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Minggu (8/2/2026), menjadi ruang temu ribuan manusia dengan ingatan kolektifnya. Di bawah langit cerah dan laut yang tenang, ketupat beterbangan di udara, disambut sorak tawa dan wajah-wajah yang larut dalam kegembiraan. Namun Perang Ketupat Tempilang bukan sekadar keramaian tahunan. Ia adalah peristiwa kebudayaan, tempat nilai, sejarah, spiritualitas dan identitas masyarakat pesisir Bangka Barat dirawat dan dihidupkan kembali.

Tradisi yang telah diwariskan sejak abad ke-19 ini berakar dari kesadaran kolektif masyarakat Tempilang akan pentingnya keseimbangan hidup. Perang Ketupat dipercaya sebagai ritual tolak bala, pembersihan kampung, sekaligus ungkapan syukur menjelang bulan suci Ramadan. Di dalamnya, manusia, alam dan kekuatan spiritual ditempatkan dalam satu tarikan napas yang utuh.

Kehadiran negara dalam ritual ini ditandai dengan hadirnya Bupati Bangka Barat Markus, Wakil Bupati H. Yus Derhaman, Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, Dandim 0431 Bangka Barat, Sekda, jajaran OPD, tokoh adat, tokoh agama, serta ribuan masyarakat menunjukkan bahwa Perang Ketupat tidak lagi dipandang sebagai tradisi pinggiran. Ia telah menjadi fondasi identitas kultural Bangka Barat.

Bupati Bangka Barat Markus menegaskan bahwa Perang Ketupat adalah lebih dari sekadar perayaan adat.

“Tradisi ini mengandung makna yang sangat dalam. Ia adalah simbol rasa syukur, ritual tolak bala, sekaligus ruang silaturahmi yang menyatukan masyarakat tanpa sekat,” ujar Markus.

Pengakuan nasional terhadap Perang Ketupat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) menjadi penanda bahwa nilai-nilai lokal Tempilang memiliki makna universal. Namun, pengakuan itu juga membawa tanggung jawab menjaga agar kebudayaan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi terus hidup dalam praktik sosial masyarakat.

Secara historis, Perang Ketupat pertama kali dilaksanakan pada era 1800-an di kawasan Benteng Kota Tempilang. Ia lahir dari masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada laut, musim, dan keteraturan alam. Tradisi ini tumbuh sebagai mekanisme sosial untuk merawat harmoni antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan.

Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derhaman memandang Perang Ketupat sebagai aset kebudayaan strategis dalam pembangunan daerah.

“Perang Ketupat adalah jati diri masyarakat Tempilang. Tokoh adat seperti Pak Keman adalah penjaga nilai dan ruh tradisi ini,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, kata Yus Derhaman, berkomitmen mendukung pengembangan kawasan budaya Tempilang melalui mekanisme desa dan penguatan administrasi, agar kebudayaan menjadi bagian dari arah pembangunan, bukan sekadar pelengkap.

Namun pembangunan kebudayaan menuntut kehati-hatian. Tradisi yang hidup tidak boleh direduksi menjadi komoditas semata. Ia harus tumbuh dari nilai, bukan dari sekadar kemeriahan.

Rangkaian Perang Ketupat diawali dengan ritual adat seperti Penimbongan, Ngancak Penimbong, Taber Kampung, tarian Serimbang dan Kedidi, serta pertunjukan silat Seramo adat dari perguruan Mawar Putih. Doa arwah dan doa selamat menjadi penanda kuat bahwa tradisi ini berpijak pada spiritualitas yang dalam.

Ketika perang dimulai, puluhan pria berpakaian hitam berkumpul di arena. Ketupat dilemparkan bukan dengan amarah, melainkan dengan tawa. Konflik dilepaskan tanpa dendam. Inilah pelajaran sosial yang diwariskan tradisi menyelesaikan ketegangan tanpa merusak ikatan kemanusiaan.

Di balik riuh arena, tersimpan filosofi yang dijaga para pemangku adat. Keman, Dukun Laut Tempilang dan penerus adat Perang Ketupat, menyebut tradisi ini sebagai ruang pendidikan nilai lintas generasi.

“Ketupat adalah simbol kehidupan. K itu kehidupan, E etika, T tauhid, U umat, P perilaku, A agamis, dan T tradisi,” jelasnya.

Nilai-nilai ini menegaskan bahwa Perang Ketupat adalah etika hidup yang diajarkan melalui ritual. Ia membentuk adab, tanggung jawab sosial dan kesadaran spiritual nilai yang kerap tergerus oleh modernitas yang serba cepat.

Menurut Keman, tantangan pelestarian budaya sering datang dari kesalahpahaman tafsir keagamaan. Namun dialog dengan otoritas agama hingga Kementerian Agama telah menegaskan bahwa Perang Ketupat justru mengandung nilai-nilai Islam yang kuat dan tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Kini, Perang Ketupat juga menjadi agenda wisata budaya Bangka Barat. Ribuan pengunjung hadir setiap tahun, memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Namun di sinilah ujian kebudayaan muncul apakah tradisi akan tetap menjadi subjek hidup atau berubah menjadi tontonan musiman.

“Ini bukan soal hiburan, tapi soal jati diri,” kata Keman.

Pelestarian sejati menuntut keberpihakan pada nilai, pada masyarakat adat, dan pada ruang hidup pesisir yang menjadi fondasi kebudayaan itu sendiri.

Perang Ketupat Tempilang adalah cermin bagaimana kebudayaan bekerja mengikat manusia dengan sejarahnya, menautkan ritual dengan etika dan menjembatani masa lalu dengan masa depan. Di tengah arus modernitas, tradisi ini berdiri sebagai penanda bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari beton dan angka, tetapi dari kemampuan menjaga identitas, nilai dan ingatan kolektif.

Dari pesisir Tempilang, Bangka Barat belajar satu hal penting bahwa kebudayaan bukan penghambat kemajuan, melainkan fondasi paling kokoh untuk membangunnya.