TRENDING NEWS

Selasa, 27 Oktober 2026

Ngopi Bareng Warga di Parittiga, Kapolres Bangka Barat Buka Ruang Aduan




Warung kopi menjadi ruang bagi Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., untuk mendengar langsung suara masyarakat. Duduk bersama warga di Warkop Luci Kopitiam, Desa Puput, Kecamatan Parittiga, Rabu (28/10/2026), Kapolres membangun komunikasi sekaligus menyerap keluhan dan aspirasi warga terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Suasana santai tanpa sekat formalitas dimanfaatkan untuk bertukar informasi dan mendengarkan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat. Melalui dialog langsung, Kapolres ingin mengetahui kondisi di lapangan sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan masukan maupun keluhan secara terbuka.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolsek Jebus AKP Candra Wijaya dan personel Sat Binmas. Interaksi di warung kopi ini menjadi salah satu pendekatan Polres Bangka Barat untuk mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan resmi, tetapi juga lewat pertemuan sederhana dalam keseharian warga.


Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, komunikasi langsung dengan masyarakat penting untuk mendengar persoalan warga sekaligus mengetahui perkembangan situasi kamtibmas di lingkungan mereka.


“Melalui kegiatan ngopi bersama ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan, masukan, dan harapan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasa nyaman untuk berkomunikasi dengan polisi, sehingga persoalan yang berkaitan dengan keamanan dapat disampaikan dan dicarikan jalan keluarnya bersama,” ujar Yos Sudarso menyampaikan pesan Kapolres.


Menurutnya, kedekatan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga keamanan lingkungan. Informasi yang disampaikan warga dapat menjadi masukan bagi kepolisian untuk menentukan langkah yang tepat sesuai dengan kondisi di lapangan.


Polres Bangka Barat mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi maupun persoalan kamtibmas kepada kepolisian. Partisipasi warga dinilai penting agar potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih awal dan ditangani sesuai ketentuan.


Melalui pendekatan humanis tersebut, Polres Bangka Barat terus menguatkan semangat Polisi Bersama Masyarakat, dengan menempatkan komunikasi, kepedulian, dan kepercayaan sebagai bagian penting dalam menjaga situasi keamanan tetap aman dan kondusif.

(Idahh)

Sabtu, 24 Oktober 2026

Kapolres Bangka Barat Gelar Minggu Kasih di GPIB Mentok, Perkuat Kedekatan Polisi dan Masyarakat




Polres Bangka Barat terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Minggu Kasih. Kali ini, Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., hadir di Gereja GPIB Mentok sebagai bentuk komitmen Polri untuk membangun komunikasi, menjaga kerukunan, dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan keagamaan, guna mempererat silaturahmi serta menumbuhkan kepercayaan melalui pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian.


Dalam kegiatan itu, Kapolres Bangka Barat didampingi sejumlah pejabat dan personel, di antaranya Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kanit Gakkum Satpolairud, serta Kanit Narkoba Polres Bangka Barat.


Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, kegiatan Minggu Kasih merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat.


“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga harus hadir untuk mendengarkan, melayani, dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Melalui Minggu Kasih, kami ingin memperkuat kebersamaan serta memastikan bahwa Polri menjadi bagian dari masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, kedekatan antara polisi dan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi perlu terus dibangun tanpa membedakan latar belakang maupun keyakinan.


Ia menambahkan, Polres Bangka Barat berkomitmen memberikan pelayanan yang humanis serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan saling menghormati.


Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polres Bangka Barat berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat. Kehadiran polisi tidak hanya dirasakan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga dalam upaya merawat kerukunan, mendengar aspirasi, dan menjaga kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.


Semangat tersebut sejalan dengan komitmen “Polisi Bersama Masyarakat”, bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Polres Bangka Barat Dekatkan Diri ke Warga Lewat Subuh Keliling, Sosialisasikan Layanan 110




Polres Bangka Barat terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui program Subuh Keliling. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Masjid Baitul Hikmah, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (24/10/2026) dini hari, sekaligus mengajak jemaah berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.00 WIB tersebut diikuti Kabag Ops, Kabag Ren, Kabag Log, Kasat Reskrim, Kanit Bhabinkamtibmas, serta personel Satbinmas Polres Bangka Barat.


Melalui kegiatan ini, Polres Bangka Barat berupaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Kehadiran personel kepolisian di tengah jemaah juga menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


Dalam kesempatan tersebut, personel turut menyosialisasikan layanan Polisi 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan gangguan keamanan maupun membutuhkan bantuan kepolisian.


Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso, mengatakan program Subuh Keliling merupakan salah satu upaya Polri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas.


“Melalui kegiatan Subuh Keliling, Polres Bangka Barat ingin terus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, karena situasi yang aman dan kondusif membutuhkan peran serta semua pihak,” ujar Yos.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Polisi 110 apabila mengetahui adanya gangguan kamtibmas atau membutuhkan bantuan kepolisian.


Menurutnya, komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.


Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Bangka Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, memperkuat kemitraan dengan warga, serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

(Humas)

Jumat, 25 September 2026

Hadapi Kesulitan Air Bersih, Kodim 0431/Bangka Barat Turun Langsung Bantu Masyarakat‎


‎
‎
‎Bangka Barat – Personel Kodim 0431/Bangka Barat bersama anggota Koramil 431-02/Mentok yang dipimpin Kapten Arm Benny H. Simorangkir (Pasi Ops), melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Belo Laut, Dusun 7, RT 04, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (26/09/2026).
‎
‎
‎
‎
‎Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya di tengah kondisi cuaca yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air.
‎
‎
‎
‎
‎Pasi Ops Kodim 0431/Bangka Barat, Kapten Arm Benny H. Simorangkir, menyampaikan pesan dari Komandan Kodim 0431/Bangka Barat Letkol Czi Fadil, S.E., M.I.P., bahwa penyaluran bantuan air bersih ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat yang membutuhkan. 
‎
‎
‎
‎
‎
‎“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Kami juga akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan warga,” Ujar Pasi Ops.
‎
‎
‎
‎
‎Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kodim 0431/Bangka Barat dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
‎
‎
‎
‎
‎“Bantuan air bersih ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. TNI akan terus hadir dan berupaya membantu mengatasi kesulitan rakyat di wilayah binaan,” Tegas Dandim.
‎
‎
‎
‎
‎
‎Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat Desa Belo Laut dapat terbantu serta semakin mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat, Tutup Dandim. 
‎
‎
‎
‎
‎
‎Sumber: Pendim 0431/Bangka Barat

Selasa, 22 September 2026

Panglima TNI Pimpin Vicon Bazar Serentak, Kodim 0431/Bangka Barat Turut Berpartisipasi


‎
‎Bangka Barat – 
‎Komandan Kodim 0431/Bangka Barat Letkol Czi Fadil, S.E., M.I.P., mengikuti video conference (vicon) Zoom secara serentak yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI dalam rangka pelaksanaan Bazar TNI memperingati HUT Ke-81 TNI Tahun 2026 dengan tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, bertempat di halaman Koramil 431-02/Mentok, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (22/09/2026).
‎
‎Kegiatan ini, merupakan bagian dari pelaksanaan Bazar TNI yang digelar secara serentak di berbagai wilayah sebagai bentuk kepedulian dan perhatian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu menyediakan kebutuhan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
‎
‎Turut hadir dalam kegiatan ini,  Mayor Czi Maharudin selaku Danramil 431-02/Mentok, Kapten Arm Benny Simorangkir selaku Pasi Ops Kodim 0431/Bangka Barat, Kapten Inf A. Siahaan selaku Pasilog Kodim 0431/Bangka Barat, Lettu Inf Heru S. selaku Pasiter Kodim 0431/Bangka Barat, Sudirman, S.IP., M.M. selaku Lurah Sungai Baru, Bahridi, S.H.I. selaku Kepala KUA Mentok, serta personel Kodim 0431/Bangka Barat dan Persit KCK Cabang LV Dim 0431/Bangka Barat.
‎
‎Dalam kegiatan Bazar TNI ini, Kodim 0431/Bangka Barat juga menggelar Bazar TNI Dalam Rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di Koramil 431-02/Mentok, yang menyediakan sejumlah kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau, yakni beras SPHP seharga Rp59.000 per kemasan 5 kilogram, minyak goreng Fortune Rp21.000 per liter, serta tepung terigu merek Mila seharga Rp11.000 per kilogram.
‎
‎Adapun stok yang disediakan dalam kegiatan bazar tersebut terdiri dari beras sebanyak 1.750 kilogram, minyak goreng sebanyak 120 liter, dan tepung terigu sebanyak 36 kilogram.
‎
‎Dalam arahannya melalui vicon, Panglima TNI menyampaikan bahwa kegiatan Bazar TNI merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat sekaligus wujud kebersamaan antara TNI dan rakyat.
‎
‎“Bazar TNI ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan TNI bersama masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat,” Ujar Panglima TNI.
‎
‎
‎Panglima TNI menambahkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian kepada masyarakat harus terus dijaga dan diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung bagi rakyat.
‎
‎Sementara itu, Dandim 0431/Bangka Barat Letkol Czi Fadil, S.E., M.I.P., menyampaikan bahwa Kodim 0431/Bangka Barat siap mendukung pelaksanaan Bazar TNI sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 TNI Tahun 2026.
‎
‎“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI kepada masyarakat. Kami berharap Bazar TNI ini dapat memberikan manfaat dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Semoga melalui kegiatan seperti ini, hubungan dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat semakin erat,” Tutup Dandim.
‎
(‎Sumber : Pendim 0431/Bangka Barat)

Senin, 21 September 2026

Dugaan Fitnah di RW 011 Kapuk Muara Memanas, LBH Harimau Raya Desak Verifikasi Bukti dan Dokumen



JAKARTA - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Harimau Raya menyoroti dugaan tuduhan penggelapan uang kas RW 011 Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, yang disebut mencapai Rp11 miliar. LBH Harimau Raya meminta seluruh pihak tidak membentuk opini seolah-olah telah terjadi tindak pidana sebelum nilai kerugian, aliran dana, dokumen pertanggungjawaban, serta unsur pidananya benar-benar dibuktikan melalui proses hukum.

Sikap tersebut disampaikan LBH Harimau Raya dalam Pengaduan Masyarakat Nomor 0292/DUMAS/LBH-HR/IX/2026 tanggal 4 September 2026 kepada Karo Wassidik Bareskrim Polri. Pengaduan tersebut sekaligus meminta supervisi dan gelar perkara terhadap penanganan LP/B/1465/VI/2026/SPKT/Polres Metro Jakut/Polda Metro Jaya tanggal 27 Juni 2026. 

ANGKA RP 11 MILIAR DIMINTA DIBUKA TERANG

LBH Harimau Raya mempertanyakan dasar munculnya angka kerugian sekitar Rp 11 miliar. Dalam dokumen yang mereka ajukan, disebutkan bahwa Surat Tanda Penerimaan Laporan yang mereka pegang mencantumkan nilai kerugian Rp0, sementara dalam konstruksi tuduhan kemudian muncul angka sekitar Rp 11 miliar.

Karena itu, LBH Harimau Raya meminta agar dijelaskan secara objektif:

dari mana angka Rp 11 miliar diperoleh;

metode penghitungannya;

transaksi apa saja yang dimasukkan;

siapa penerima dana;

untuk apa dana digunakan;

bukti pembayaran dan dokumen pendukung;

berapa dana yang telah dipertanggungjawabkan;

berapa saldo;

serta berapa jumlah yang benar-benar tidak dapat dipertanggungjawabkan.

LBH Harimau Raya menegaskan bahwa total uang yang keluar dari rekening tidak otomatis sama dengan kerugian akibat tindak pidana. 

RP 13 MILIAR DANA MASUK, RP11 MILIAR KELUAR: KE MANA?

Berdasarkan informasi yang dicantumkan dalam pengaduan, rekening koran Kas RW 011 periode 2022–2024 menunjukkan sekitar Rp 13 miliar dana masuk dan sekitar Rp 11 miliar dana keluar.

Namun LBH Harimau Raya meminta agar transaksi tersebut diperiksa satu per satu, mulai dari sumber uang masuk, permintaan penggunaan, persetujuan, transfer, penerima, penggunaan, bukti pembayaran, kegiatan, pertanggungjawaban hingga pencatatan dan pengarsipan.

Menurut LBH Harimau Raya, hanya melalui pemeriksaan menyeluruh dapat diketahui apakah benar terdapat dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

“JANGAN SAMPAI TRANSAKSI KELUAR LANGSUNG DISEBUT KERUGIAN”

LBH Harimau Raya juga menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan para klien, dokumen pertanggungjawaban keuangan seperti nota, kuitansi, bukti transfer, daftar pembayaran, dokumen kegiatan, dokumen pembangunan dan administrasi lainnya berada di Kantor RW 011.

Persoalannya, menurut keterangan para klien, mereka tidak memiliki akses ke kantor tersebut. Karena itu LBH meminta penyidik melakukan pemeriksaan dan inventarisasi langsung terhadap dokumen-dokumen tersebut serta mencocokkannya dengan rekening koran. 

STATUS BOENTORO JUGA DIMINTA DIVERIFIKASI

Selain persoalan keuangan, LBH Harimau Raya mempersoalkan dokumen yang menurut informasi digunakan untuk menyebut Boentoro M. Kwan sebagai Sekretaris RW 011.

Dalam pengaduannya, LBH Harimau Raya menyatakan bahwa berdasarkan dokumen yang mereka miliki, Boentoro berkedudukan sebagai LMK Kelurahan Kapuk Muara. LBH tidak menyatakan sepihak bahwa dokumen yang berbeda tersebut palsu, tetapi meminta verifikasi terhadap instansi penerbit, arsip resmi, nomor dan tanggal dokumen, pejabat penerbit, struktur resmi RW, serta kedudukan Boentoro pada periode yang dimaksud. 

SURAT MOSI TIDAK PERCAYA JUGA DIMINTA DIUJI

LBH Harimau Raya turut mempertanyakan surat mosi tidak percaya yang dikaitkan dengan para kliennya.

Menurut keterangan para klien, mereka tidak pernah membuat, menandatangani maupun mengakui tanda tangan dalam surat tersebut. Karena dokumen itu disebut digunakan dalam perkara, LBH meminta agar dokumen asli diperlihatkan, pembuat dan sumbernya diperiksa, saksi pembuatannya dimintai keterangan, dan apabila diperlukan dilakukan pemeriksaan forensik terhadap tanda tangan. 

LBH: OPINI MEDIA SOSIAL BUKAN PENGGANTI PEMBUKTIAN

LBH Harimau Raya juga menyoroti penyebaran tuduhan melalui media sosial yang menurut keterangan para klien telah berdampak terhadap nama baik, keluarga, hubungan sosial dan pekerjaan.

LBH meminta persoalan tersebut tidak diselesaikan melalui opini publik, melainkan melalui mekanisme hukum dengan menguji seluruh fakta dan alat bukti. 

“KALAU BENAR, BUKTIKAN. KALAU TIDAK, JANGAN MENGHAKIMI.”

Ketua Umum LBH Harimau Raya Dimas Wahyu, S.H., Pid., bersama Ketua Tim Advokat Jonias Latekay, S.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta perkara dihentikan secara prematur.

LBH justru meminta agar perkara diuji secara objektif, termasuk terhadap bukti yang memberatkan maupun yang meringankan para klien. Apabila memang terdapat tindak pidana, proses hukum harus dilanjutkan. Sebaliknya, apabila setelah supervisi dan gelar perkara ternyata unsur pidana tidak terpenuhi atau alat bukti tidak cukup, maka tindakan hukum harus dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. 

Dalam pengaduannya, LBH Harimau Raya merumuskan sikap secara tegas:

“Jika benar terjadi penggelapan, tunjukkan perbuatannya. Jika benar kerugian Rp11 miliar, tunjukkan perhitungan dan bukti kerugiannya. Jika benar Boentoro Sekretaris RW, tunjukkan SK dan arsip resminya.” 

LBH Harimau Raya juga meminta agar CCTV pemeriksaan diamankan dan diperiksa apabila relevan, serta seluruh proses penanganan perkara diawasi untuk memastikan fakta, bukti dan prosedur berjalan secara objektif. 

LBH HARIMAU RAYA: KAMI TIDAK TAKUT PROSES HUKUM

LBH Harimau Raya menyatakan tidak meminta perlakuan khusus dan tidak meminta perkara dihentikan tanpa pemeriksaan. Mereka meminta fakta diperiksa, bukti diuji, dokumen keuangan diverifikasi, kerugian dihitung secara benar, kedudukan para pihak diverifikasi, serta perkara diputus berdasarkan hukum. 

Dengan demikian, pertanyaan LBH Harimau Raya sederhana: apakah angka Rp11 miliar tersebut benar merupakan kerugian yang timbul akibat tindak pidana, atau masih merupakan angka yang harus dibuktikan melalui rekonsiliasi dan pemeriksaan seluruh dokumen?

LBH Harimau Raya meminta pembuktian berbicara lebih keras daripada opini.

FAKTA. BUKTI. PROSEDUR. OBJEKTIVITAS.

Sebelum ada pembuktian yang sah, jangan menghakimi.

Red

Senin, 07 September 2026

Tambang Kampak Tak Hanya Soal Lingkungan, Warga: Jangan Lupakan Ekonomi Masyarakat



LASKARPENANEWS.COM, Jebus - Polemik aktivitas pertambangan di Dusun Kampak, Desa Jebus, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, kembali menjadi perhatian. Sejumlah pemberitaan menyoroti dugaan aktivitas pertambangan di kawasan aliran sungai dan mangrove serta mendorong aparat melakukan penertiban apabila ditemukan pelanggaran.

Namun, di tengah perdebatan mengenai persoalan lingkungan dan penegakan hukum, ada sisi lain yang juga seharusnya menjadi bahan pertimbangan, yakni kondisi perekonomian warga sekitar.

Kepentingan menjaga lingkungan dan memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan tentu tidak boleh diabaikan. Tetapi pada saat yang sama, kebijakan terhadap aktivitas pertambangan juga semestinya melihat dampaknya terhadap masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan dari perputaran ekonomi di sekitar lokasi.

Bagi sebagian warga Kampak, persoalannya bukan sesederhana memilih antara “tambang” atau “lingkungan”. Ada keluarga yang memperoleh penghasilan dari aktivitas pertambangan, ada warung yang mendapatkan pembeli, tukang ojek yang memperoleh penumpang, pedagang yang merasakan perputaran uang, serta kegiatan ekonomi lainnya yang ikut bergerak ketika aktivitas masyarakat berlangsung.

Meli, warga Dusun Kampak, mengatakan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi turut memberikan pengaruh terhadap penghasilan usaha kecil.

“Kalau aktivitas masyarakat ramai, warung juga ikut ramai. Ada yang membeli makanan, kopi dan kebutuhan lainnya. Bagi kami, perputaran ekonomi seperti itu sangat membantu,” ujar Meli.

Menurutnya, masyarakat kecil tidak berada dalam posisi untuk menentukan seluruh kebijakan pertambangan. Namun mereka menjadi pihak yang langsung merasakan dampaknya apabila aktivitas ekonomi berhenti.

“Kalau memang ada aturan yang harus dipatuhi, kami tentu berharap semuanya jelas. Tetapi kalau aktivitas dihentikan, masyarakat juga perlu diberikan solusi agar tetap bisa mendapatkan penghasilan,” katanya.

Rudi, warga sekaligus tokoh masyarakat Dusun Kampak, menilai pemberitaan mengenai tambang juga perlu memberikan ruang yang proporsional bagi suara masyarakat yang kehidupannya bersentuhan langsung dengan aktivitas tersebut.

“Bukan hanya pekerja tambang yang mendapatkan penghasilan. Ada warung, tukang ojek dan usaha kecil lainnya yang ikut merasakan perputaran ekonomi,” ujarnya.

Menurut Rudi, persoalan tersebut menjadi semakin penting ketika masyarakat juga memiliki kebutuhan pembangunan kampung.

Salah satunya adalah kebutuhan terhadap perbaikan tempat ibadah.

Ia mengatakan masyarakat berharap sebagian manfaat ekonomi yang selama ini berputar di lingkungan mereka juga dapat mendukung pembangunan fasilitas sosial, termasuk rehabilitasi mushola dan masjid.

“Di kampung ini masih banyak kebutuhan. Mushola perlu diperbaiki, masjid juga perlu diperhatikan. Kami ingin pembangunan kampung berjalan dan masyarakat juga bisa tetap bekerja,” katanya.

Hal senada disampaikan Haji Amat, tokoh masyarakat Dusun Kampak.

Menurutnya, kondisi salah satu mushola di Kampak saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius.

“Kami sangat berharap mushola di Kampak bisa dipugar. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan tempat itu digunakan masyarakat untuk beribadah,” ujar Haji Amat.

Ia berharap persoalan pembangunan tempat ibadah tersebut tidak hanya menjadi wacana.

Menurutnya, masyarakat ingin melihat adanya manfaat nyata bagi lingkungan sosial tempat mereka tinggal.

“Masjid dan mushola itu dipakai masyarakat bersama. Kalau ada kemampuan untuk memperbaiki, tentu kami sangat berharap bisa direalisasikan,” katanya.

Bagi warga, persoalan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat di Kampak saling berkaitan.

Namun, warga juga menyadari bahwa persoalan legalitas dan lingkungan tidak dapat diabaikan.

Karena itu, masyarakat tidak meminta aturan dikesampingkan. Yang mereka persoalkan adalah apabila pemberitaan atau kebijakan hanya berhenti pada narasi penutupan, sementara pertanyaan mengenai nasib ekonomi masyarakat setelahnya tidak mendapatkan jawaban.

Di tengah situasi tersebut, muncul pula dugaan lain yang disampaikan seorang narasumber berinisial IM.

IM menduga terdapat oknum yang diduga berprofesi sebagai wartawan yang turut mendorong agar aktivitas tambang rakyat di Kampak dihentikan. Ia bahkan menduga adanya pihak tertentu yang mensponsori aktivitas tersebut untuk kepentingan pengambilan timah dari kawasan yang selama ini ditambang masyarakat.

Namun, hal ini masih sebatas dugaan, dan  belum dapat dinyatakan sebagai fakta karena masih memerlukan konfirmasi serta pembuktian lebih lanjut.

Menurut IM, warga Kampak justru menolak apabila wilayah atau hasil timah yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat kemudian diambil oleh pihak lain.

“Yang menjadi pertanyaan warga, kalau tambang rakyat ini ditutup, siapa yang kemudian mengambil timahnya? Jangan sampai masyarakat diminta berhenti, tetapi setelah itu ada pihak lain yang justru masuk dan mengambil keuntungan,” ujar IM. (8/08/2026)

IM juga mempertanyakan apakah dorongan penghentian aktivitas tambang tersebut benar-benar semata-mata berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kalau memang persoalannya lingkungan, kami ingin semuanya dibuka secara terang. Tetapi kalau ada kepentingan lain, masyarakat juga berhak mengetahuinya,” katanya.

Pernyataan IM tersebut menjadi bagian yang perlu diuji lebih lanjut. Redaksi tidak menyimpulkan bahwa wartawan tertentu menerima sponsor dari pihak smelter atau bahwa terdapat upaya mengambil timah masyarakat. Dugaan tersebut perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut serta didukung bukti yang dapat diverifikasi.

Karena itu, redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi wartawan yang dimaksud, perusahaan smelter maupun pihak lain yang merasa terkait dengan dugaan tersebut.

Pertanyaan warga kemudian berkembang lebih jauh.

Jika tambang rakyat harus dihentikan, pekerjaan apa yang tersedia bagi masyarakat?

Bagaimana nasib warung, tukang ojek, pedagang dan usaha kecil yang selama ini ikut menikmati perputaran ekonomi?

Dan bagaimana pemerintah memastikan masyarakat memiliki alternatif penghasilan yang nyata, bukan sekadar imbauan untuk mencari pekerjaan lain?

Pertanyaan lain yang juga patut dijawab adalah siapa yang nantinya memperoleh manfaat ekonomi apabila aktivitas masyarakat dihentikan.

Apakah benar penghentian tersebut semata-mata untuk kepentingan perlindungan lingkungan? Atau terdapat kepentingan ekonomi lain yang juga perlu dibuka kepada publik?

Pertanyaan itu bukan tuduhan. Justru karena menyangkut kepentingan masyarakat, jawabannya harus disampaikan secara terbuka dan dapat diverifikasi.

Di sisi lain, kritik terhadap dampak lingkungan tetap memiliki tempat dalam pembahasan.

Pertambangan harus memperhatikan legalitas, keselamatan kerja, tata kelola dan dampak terhadap lingkungan. Apabila ditemukan aktivitas yang melanggar hukum, aparat penegak hukum memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan sesuai ketentuan.

Namun, penegakan hukum juga semestinya memberikan kepastian dan tidak menempatkan masyarakat kecil sebagai satu-satunya pihak yang menanggung akibat ekonomi.

Jika pemerintah memandang aktivitas tambang di Kampak tidak dapat dilanjutkan, masyarakat berhak mengetahui dasar hukumnya sekaligus solusi ekonominya.

Sebaliknya, apabila masih terdapat ruang bagi pertambangan rakyat melalui mekanisme yang legal, maka persoalan legalitas, pengawasan lingkungan, keselamatan dan kewajiban pemulihan harus menjadi bagian dari tata kelolanya.

Dengan demikian, perdebatan mengenai Kampak tidak berhenti pada pertanyaan “tambang harus ditutup atau tidak”.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: bagaimana menjaga lingkungan tanpa mematikan sumber penghidupan masyarakat, dan bagaimana memberikan ruang ekonomi kepada warga tanpa mengorbankan lingkungan?

Masyarakat Kampak juga berhak mempertanyakan setiap kepentingan yang muncul di balik polemik tersebut.

Jika ada pihak yang mengatasnamakan lingkungan, tunjukkan persoalan lingkungannya.


Jika ada kepentingan ekonomi, buka secara transparan.

Sebab masyarakat tidak membutuhkan perang narasi.

Mereka membutuhkan kejelasan.

Ada kepastian hukum. Ada perlindungan lingkungan. Ada kesempatan bekerja. Ada pembangunan kampung. Ada perhatian terhadap tempat ibadah. Dan ada jaminan bahwa kepentingan masyarakat kecil tidak dikalahkan oleh kepentingan pihak yang lebih kuat.

Kampak bukan hanya tentang ponton.

Kampak adalah tentang masyarakat yang hidup dari tanah dan wilayahnya, tentang ekonomi keluarga yang berputar di sekitarnya, serta tentang siapa yang sesungguhnya memperoleh manfaat ketika sebuah aktivitas ekonomi masyarakat dihentikan.

Pada akhirnya, jika tambang rakyat memang harus dihentikan, pertanyaan warga sederhana: setelah tambang berhenti, siapa yang menjamin kehidupan ekonomi mereka—dan siapa yang sebenarnya akan menikmati sumber daya yang ditinggalkan?

Minggu, 23 Agustus 2026

Respons laporan masyarakat Polsek Jebus Cek Lokasi Dugaan Judi Kodok-Kodok di paritiga Bangka Barat



Jebus, Bangka Barat — Kapolsek Jebus, AKP Candra Wijaya, bergerak cepat merespons laporan mayysarakat terkait dugaan aktivitas perjudian jenis kodok-kodok di wilayah hukumnya. Didampingi jajarannya, Kapolsek turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Pengecekan dilakukan secara menyeluruh di lokasi yang dituduhkan, yakni tempat yang disinyalir milik seorang warga berinisial Culi. Namun, berdasarkan hasil penelusuran dan pemeriksaan langsung di tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan adanya aktivitas perjudian.
AKP Candra Wijaya menegaskan bahwa lokasi tersebut saat ini dalam kondisi kosong dan tidak beroperasi. Dari keterangan saksi serta warga setempat, kegiatan tersebut diketahui sudah lama tutup.

"Kami langsung merespons cepat setiap informasi yang disampaikan oleh masyarakat. Setelah anggota turun dan mengecek langsung ke lokasi yang disebutkan, dapat dipastikan bahwa kegiatan judi kodok-kodok tersebut sudah lama berhenti dan tidak ada aktivitas apa pun," tegas AKP Candra Wijaya.

Langkah cepat ini menjadi komitmen Polsek Jebus dalam menjaga kondusivitas, ketertiban, dan keamanan masyarakat (kamtibmas), serta memberantas segala bentuk praktik perjudian di wilayah Bangka Barat. Polsek Jebus juga mengimbau masyarakat untuk terus aktif memberikan informasi tepercaya guna menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari penyakit masyarakat.

(Tony)

Kamis, 20 Agustus 2026

Api Membara di Pait Mentok, Kodim 0431/Bangka Barat Turun Langsung Padamkan Kebakaran




Mentok, Bangka Barat – Dandim 0431/Bangka Barat Letkol Czi Fadil S.E., M.I.P bersama anggotanya bergerak cepat membantu upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Pait, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (20/8/2026).

Mendapat informasi adanya kebakaran lahan, Dandim 0431/Bangka Barat memimpin anggotanya langsung segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penanganan. Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah api semakin meluas dan mengantisipasi potensi kebakaran merambat ke area di sekitar lokasi.

Di lapangan, Dandim 0431/Bangka Barat dan anggotanya bersama personel pemadam kebakaran Kabupaten bangka barat dan masyarakat bahu-membahu melakukan pemadaman serta pengendalian titik api. Setelah api berhasil dikendalikan, dilakukan pula pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan Kodim 0431/Bangka Barat dalam membantu masyarakat menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat juga sebelumnya telah mengingatkan masyarakat untuk melakukan pembukaan lahan tanpa membakar sebagai langkah pencegahan karhutla.

Dandim 0431/Bangka Barat menegaskan, “Kami akan terus mengedepankan langkah cepat dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait dalam setiap kejadian kebakaran lahan. Penanganan sejak dini sangat penting agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan.” Tegasnya

Dandim 0431/Bangka Barat juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran kepada aparat dan instansi terkait.

Kegiatan pemadaman berlangsung dengan aman dan terkendali. Sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penanganan serta mencegah meluasnya kebakaran lahan di wilayah Bangka Barat.


Sumber : Pendim 0431/Bangka Barat

Kamis, 13 Agustus 2026

Komitmen Bersih Halinar, Rutan Muntok Perketat Pengawasan Blok Hunian




MUNTOK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok kembali menggelar razia insidentil pada kamar hunian warga binaan, Kamis (13/8/2026). Langkah ini diambil guna menciptakan lingkungan Rutan yang aman, tertib, serta bersih dari praktik handphone, pungutan liar (pungli), dan narkoba (Halinar).


Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas IIB Muntok, Alex Rizki Wijaya, dengan melibatkan jajaran staf dan anggota regu pengamanan.


Sebelum bergerak menyisir kamar hunian, Alex Rizki Wijaya memberikan pengarahan tegas terkait teknis pelaksanaan, sasaran penggeledahan, dan pentingnya berpegang teguh pada Standar Operasional Prosedur (SOP). Petugas diimbau untuk menjalankan tugas secara profesional, humanis, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.


Penyisiran Blok Hunian


Penggeledahan kali ini berfokus pada Blok A Kamar 2 dan Blok B Kamar 9. Petugas melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap seluruh sudut ruangan dan barang-barang milik warga binaan demi mendeteksi keberadaan benda-benda terlarang.


Dari hasil razia tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang berbahaya yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian, antara lain:


1 buah botol beling


2 buah sendok besi


1 buah pisau cukur


1 buah potongan kawat


2 buah korek api gas


Seluruh barang temuan tersebut langsung disita untuk didata dan selanjutnya dimusnahkan sesuai aturan yang berlaku.


Komitmen Deteksi Dini dan Keamanan


Ka. KPR Rutan Muntok, Alex Rizki Wijaya, menegaskan bahwa razia ini merupakan langkah preventif wajib demi menjaga kondusivitas Rutan.


"Razia insidentil ini merupakan langkah preventif untuk menjaga Rutan tetap aman, tertib, serta kondusif, dan untuk barang-barang yang didapatkan akan dimusnahkan," ujar Alex.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Muntok, Andri Ferly, menyuarakan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan melalui tindakan deteksi dini yang berkelanjutan.


“Penggeledahan akan terus kami lakukan secara berkala maupun insidentil. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta menciptakan lingkungan Rutan yang kondusif,” tegas Andri Ferly.


Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan lancar, aman, dan terkendali. Pihak Rutan Kelas IIB Muntok memastikan upaya pengawasan akan terus diperketat demi menjaga stabilitas keamanan di dalam lingkungan Rutan.

Senin, 10 Agustus 2026

Klinik Pratama Rutan Muntok Dukung Program Asimilasi dan Pembinaan Warga Binaan, Warga Binaan di Luar Rutan Jalani Program Asimilasi



MENTOK – Menyikapi pemberitaan mengenai keberadaan warga binaan bernama Yudi yang terlihat berada di luar Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Rutan Muntok memberikan klarifikasi bahwa keberadaan yang bersangkutan di luar Rutan berkaitan dengan pelaksanaan program pembinaan dan asimilasi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan pemasyarakatan, Senin (10/08/2026).

Karutan Mu tok, Andri Ferly menegaskan, keberadaan Yudi di luar Rutan bukan merupakan pelarian maupun keluar tanpa izin. Yang bersangkutan menjalani program asimilasi sebagai bagian dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.

"Wb itu sedang menjalani program asimilasi, itu proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan,"ucap Karutan Muntok.

Program asimilasi merupakan salah satu hak warga binaan yang diberikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan tetap memperhatikan persyaratan tertentu serta hasil evaluasi terhadap perilaku dan perkembangan warga binaan selama menjalani masa pidana.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan yang mendapatkan program asimilasi tetap memiliki kewajiban untuk mematuhi ketentuan, menjalankan aturan yang ditetapkan, serta berada dalam mekanisme pengawasan petugas pemasyarakatan.

Pihak Rutan Mentok menjelaskan, seluruh warga binaan memiliki hak-hak pemasyarakatan, di antaranya remisi, asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), serta hak-hak lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Salah satu persyaratan penting dalam pemberian hak tersebut adalah warga binaan harus menunjukkan perilaku baik serta perkembangan ke arah yang lebih baik selama menjalani pembinaan,"kata Karutan Andri Ferly.

Terkait keberadaan Yudi di kediamannya sebagaimana diberitakan sebelumnya, pihak Rutan Muntok meminta masyarakat melihat hal tersebut dalam konteks pelaksanaan program asimilasi yang sedang dijalankan oleh yang bersangkutan.

Begitu pula dengan aktivitas Yudi yang disebut berkaitan dengan pesanan kue untuk kegiatan di Rutan. Apabila kegiatan tersebut telah ditetapkan dalam program pembinaan, maka aktivitas itu merupakan bagian dari proses pembinaan dan pemberdayaan warga binaan, bukan aktivitas di luar program yang dilakukan secara bebas.

Selain program asimilasi yang dilaksanakan di luar tembok Rutan, Rutan Muntok juga memiliki sejumlah kegiatan pembinaan yang bertujuan memberikan keterampilan sekaligus mendukung proses reintegrasi warga binaan ke tengah masyarakat.

Salah satunya melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berada di lingkungan luar tembok Rutan Mentok. Program tersebut antara lain bergerak di bidang ketahanan pangan, seperti peternakan ayam petelur, perkebunan dan kegiatan senam prolanis yang di motori oleh Klinik Pratama Rutan Muntok.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pembinaan produktif kepada warga binaan agar memiliki keterampilan, pengalaman kerja, serta kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

Selain bidang ketahanan pangan, Rutan Muntok juga memiliki Klinik Pratama Armelia Rutan Muntok yang telah memberikan pelayanan kesehatan. Klinik tersebut tidak hanya melayani warga binaan, tetapi juga dapat memberikan pelayanan kepada keluarga warga binaan dan masyarakat umum sesuai ketentuan yang berlaku, setelah mendapatkan fasilitas kepesertaan BPJS, dan juga Klinik Pratama Rutan Muntok mengadakan kegiatan senam prolanis.

Kegiatan senam prolanis yang di motori oleh klinik Pratama Rutan Muntok, dan sering dikawal untuk membantu mengambil bantuan obat untuk WB ke Dinas kesehatan Bangka Barat, karena yang bersangkutan ditempatkan dalam program asimilasi kerja sosial membantu pelayanan klinik dan ketahanan pangan yg ada di Rutan Muntok 
Hal ini adalah salah satu proses reintegrasi sosial bagi WB tersebut untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dan mengembalikan kepercayaan diri bahwa  mereka masih bisa berguna bagi masyarakat.

Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya Rutan Mentok mendukung arah kebijakan pemasyarakatan, termasuk pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan kesehatan.

Pihak Rutan Muntok memastikan setiap pelaksanaan program pembinaan tetap dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk mekanisme pengawasan terhadap warga binaan yang menjalani program di luar Rutan.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak Rutan Muntok berharap informasi mengenai keberadaan Yudi di luar Rutan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Karutan Mentok juga menegaskan komitmennya untuk melaksanakan seluruh program pembinaan warga binaan secara profesional, transparan, terukur, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Ia menghimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap keberadaan maupun aktivitas warga binaan di luar Rutan sebelum memperoleh informasi secara utuh dari pihak yang berwenang.

“Program pembinaan dan pemberian hak-hak warga binaan dilaksanakan berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Setiap warga binaan yang mendapatkan hak tersebut tetap memiliki kewajiban untuk menaati aturan dan mengikuti mekanisme pengawasan yang telah ditetapkan,”ujar Karutan.

Jumat, 07 Agustus 2026

Sidang Ketiga Dugaan Korupsi PT Semen Baturaja, JPU Sampaikan Tanggapan atas Eksepsi Tiga Terdakwa



Palembang, 6 Agustus 2026 – Pengadilan Negeri Palembang kembali menggelar sidang ketiga perkara dugaan korupsi di PT Semen Baturaja. Sidang yang berlangsung pada Kamis (6/8) tersebut beragenda mendengarkan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi yang diajukan oleh tiga terdakwa, yakni mantan Direktur Pemasaran, mantan Direktur Keuangan, serta PT KMM selaku distributor PT Semen Baturaja.


Dalam persidangan, JPU menyampaikan tanggapan terhadap keberatan yang diajukan para terdakwa. Perkara ini berkaitan dengan dugaan kerugian negara yang nilainya mencapai sekitar Rp800 miliar.


Pada masa jabatan para terdakwa tercatat terdapat 57 distributor yang memiliki hubungan utang piutang dagang dengan PT Semen Baturaja. Distributor tersebut berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan, Lampung, dan Bengkulu, termasuk salah satunya berasal dari Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang hingga kini masih terdapat kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan.


Sidang akan dilanjutkan sesuai agenda yang telah ditetapkan oleh majelis hakim untuk memasuki tahapan pemeriksaan perkara. Seluruh fakta dan alat bukti akan diperiksa lebih lanjut dalam proses persidangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap menjunju

Jumat, 17 Juli 2026

Belum genap Sepekan Menjabat, Kapolres Bangka Barat Ungkap Peredaran 341 Gram Sabu, Selamatkan 1.300 Jiwa




Komitmen Kapolres Bangka Barat, AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., dalam memberantas peredaran narkotika langsung dibuktikan melalui pengungkapan kasus besar belum   sepekan sejak menjabat.


Pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, Kapolres Bangka Barat memimpin langsung konferensi pers pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu di Mapolres Bangka Barat. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Bangka Barat, Kasat Resnarkoba, Kasi Propam, Kapolsek Mentok, serta Kasi Humas Polres Bangka Barat.


Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, keberhasilan ini merupakan bentuk keseriusan jajaran Polres Bangka Barat dalam memerangi peredaran narkotika yang merusak generasi muda.


"Meski baru beberapa hari menjabat sebagai Kapolres Bangka Barat, beliau berkomitmen penuh untuk menindak tegas setiap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Tidak ada ruang bagi pengedar narkoba di Bangka Barat," kata Yos.


Ia menjelaskan, pengungkapan bermula pada Rabu (15/7/2026) ketika Tim Hantu Satresnarkoba bersama Unit Reskrim Polsek Mentok menerima informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika di sebuah kontrakan di Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Mentok.

Dari hasil penyelidikan, petugas mengamankan seorang pria berinisial MI (26). 


Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 17 paket sabu dengan berat bruto 3,34 gram beserta sejumlah alat yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika.


Pengembangan dari hasil pemeriksaan MI kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial RS (28). Polisi selanjutnya menangkap RS di rumahnya di Kampung Teluk Rubiah, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok.


"Dari rumah tersangka RS, petugas menemukan sabu yang disimpan di dalam brankas. Barang bukti yang diamankan mencapai 337,72 gram bruto, lengkap dengan timbangan digital, plastik klip, telepon seluler, dan sejumlah barang pendukung lainnya," ujar Yos.


Secara keseluruhan, Polres Bangka Barat mengamankan barang bukti sabu seberat 341,06 gram bruto dari kedua tersangka.


Menurut Yos, jumlah tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp300 juta dan berpotensi menyelamatkan kurang lebih 1.300 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika apabila berhasil beredar di wilayah Kecamatan Mentok dan sekitarnya.


"Ini menjadi bukti nyata komitmen Kapolres Bangka Barat yang baru menjabat sekitar sepekan. Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan keras kepada para pelaku peredaran narkotika bahwa Polres Bangka Barat akan bertindak tegas tanpa kompromi," tegasnya.


Saat ini kedua tersangka telah ditahan dan menjalani proses hukum. MI dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan RS dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

(Tony)

Minggu, 12 Juli 2026

Ribuan Lulusan SMP di Bangka Belitung Belum Dapat Sekolah, Terancam Putus Sekolah di Jenjang SMA/SMK.




BANGKA BELITUNG.  Gelombang PPDB 2025/2026 menyisakan persoalan. Ribuan lulusan SMP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum mendapatkan tempat di SMAN dan SMKN negeri. Jika tidak segera ada solusi, mereka terancam putus sekolah.

Keterbatasan daya tampung sekolah negeri menjadi penyebab utama. Di sejumlah kabupaten/kota, jumlah pendaftar jauh melebihi kuota yang tersedia. Sementara pilihan sekolah swasta terkendala biaya yang tidak terjangkau sebagian besar orang tua.

“Anaknya sudah lulus SMP, nilainya cukup, tapi pas daftar SMAN/SMKN penuh semua. Mau ke swasta keberatan biaya. Kalau tidak segera ditampung, anak ini bisa berhenti sekolah setahun bahkan selamanya,” ujar salah satu Orang Tua/Wali warga Pangkalpinang.

Kondisi ini paling banyak terjadi di jenjang SMA dan SMKN karena hanya ada sedikit sekolah negeri dibanding jumlah lulusan SMP. Padahal usia 15-17 tahun adalah masa krusial untuk melanjutkan pendidikan agar tidak tertinggal.

Dampak putus sekolah di titik ini sangat besar. Anak rawan kehilangan arah, rentan bekerja di sektor tidak layak, dan masa depan kompetensi kerja di Babel juga akan terganggu.

Untuk mengatasi hal ini,  Orang Tua /Wali  mendesak:
1. Penambahan rombongan belajar/kelas baru* di SMAN dan SMKN negeri yang kelebihan pendaftar
2. Kerja sama dengan sekolah swasta melalui skema subsidi/BOS afirmasi agar biaya lebih terjangkau  

3. Data by name by address  anak yang belum tertampung agar bisa segera diintervensi

“Kami meminta Pemprov Babel, Dinas Pendidikan, dan DPRD segera duduk bersama. Negara wajib hadir memastikan setiap anak usia sekolah mendapatkan haknya untuk melanjutkan ke SMA/SMK,” tegas Orang Tua (masyarakat)

Seharusnya  pihak Dinas Pendidikan  Segera adakan Pendataan anak yang belum tertampung masih menunggu sekolah tempat yang di kehendak oleh orang tua murid ,terutama sekolah yang terdekat jarak tempuh dengan rumah mereka.

Dan sesuai dengan stekmen bapak gubenur bangka belitung di salah satu media onlen berapa hari yang lalu  bahwa tidak ada anak bangka belitung putus sekolah (Tidak sekolah ) maka itu kami selaku orang tua /Wali murid yang anak sampai saat ini belum ada kejelasan sekolah dimana dan harpan kami semoga bapak gubemur yang kami cintai bisa memberi solusi buat kami. agar anak kami ini bisa sekolah yang berada dekat jarak tempuh dengan  rumah kami. tutur orang tua /wali murid(Masyarakat).

( Jusriadi )

Jumat, 10 Juli 2026

Dua Pengedar Sabu di Mentok Ditangkap, Satu Merupakan ABH



Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Barat mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Mentok. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua terduga pelaku, salah satunya merupakan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui PS Kasi Humas Polres Bangka Barat Ipda Yos Sudarso, mengatakan pengungkapan berawal dari patroli Tim Hantu Satresnarkoba pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di wilayah Kecamatan Mentok.

Petugas mengamankan seorang ABH berinisial R.A. di kawasan Kelurahan Sungai Baru. Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan perangkat lingkungan setempat, ditemukan 41 paket plastik klip berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian mengamankan seorang pelaku lain berinisial A.A. (18) di kediamannya di Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok. Petugas turut menyita timbangan digital serta sejumlah barang yang diduga digunakan untuk mengemas dan mengedarkan narkotika.

Selain 41 paket sabu dengan berat bruto 9,39 gram, polisi juga mengamankan dua unit telepon genggam, satu unit sepeda motor, plastik klip, pipet sedotan, gunting, dan barang bukti lainnya.

"Kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Bangka Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," ujar Ipda Yos Sudarso.

(Tony)

Selasa, 30 Juni 2026

Kapolres Bangka Barat Ganjar 18 Personel Berprestasi, Pengungkap Sabu 1 Kg hingga Juara Karate Kapolri Cup



Sebanyak 18 personel Polres Bangka Barat menerima penghargaan dari Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., bertepatan dengan Upacara Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026 di Halaman Mako Polres Bangka Barat, Selasa (30/6/2026).

Penghargaan diberikan kepada personel yang dinilai memiliki prestasi menonjol di berbagai bidang, mulai dari keberhasilan mengungkap kasus narkotika, penyelesaian perkara melalui problem solving dan restorative justice, hingga mengharumkan nama institusi di bidang olahraga.

Salah satu penghargaan diberikan kepada tim gabungan Satresnarkoba Polres Bangka Barat dan Polsek Kelapa atas keberhasilan mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu seberat 1.040 gram di kawasan Terminal Melati, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada personel Bhabinkamtibmas yang mencatat penyelesaian perkara melalui problem solving terbanyak di desa binaannya, personel Satreskrim dengan capaian penyelesaian perkara melalui restorative justice serta penyelesaian perkara terbanyak sepanjang 2026.

Prestasi lain yang turut mendapat apresiasi adalah keberhasilan Briptu Rusdi Ahmad, S.Pd., personel Bag SDM Polres Bangka Barat, yang meraih Juara I Kumite Putra kelas 65 kilogram pada Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras personel dalam menjalankan tugas.

"Terima kasih kepada seluruh personel yang telah menorehkan prestasi dan membawa nama baik Polres Bangka Barat. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Pradana.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres juga mengucapkan selamat kepada personel yang memperoleh kenaikan pangkat. Menurutnya, kenaikan pangkat merupakan penghargaan dari institusi atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas.

"Saya berharap seluruh personel terus memberikan yang terbaik untuk kesatuan. Semoga Polres Bangka Barat semakin maju di segala bidang dan semakin dipercaya masyarakat," pungkasnya.

(Tony)

43 Personel Polres Bangka Barat Naik Pangkat, AKBP Pradana Aditya, Hadiah Terindah untuk Keluarga



Sebanyak 43 personel Polres Bangka Barat mengikuti Upacara Kenaikan Pangkat (UKP) Periode 1 Juli 2026 yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada personel berprestasi di halaman Mako Polres Bangka Barat, Selasa (30/6/2026).

Dalam upacara tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. menyampaikan bahwa sebenarnya terdapat 45 personel yang memperoleh kenaikan pangkat periode 1 Juli 2026. 

Rinciannya terdiri dari satu personel dari Ipda ke Iptu, delapan personel dari Aipda ke Aiptu, delapan personel dari Bripka ke Aipda, empat personel dari Brigadir ke Bripka, serta 22 personel dari Bripda ke Briptu.

Selain kenaikan pangkat, Polres Bangka Barat juga memberikan penghargaan kepada 18 personel yang dinilai berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan kepada personel yang berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu seberat 1.040 gram, personel Bhabinkamtibmas dengan capaian problem solving terbanyak, anggota Reskrim dengan penyelesaian perkara melalui restorative justice, personel dengan capaian P-21 terbanyak, hingga personel yang mengharumkan nama institusi di bidang olahraga.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. mengatakan kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda pangkat, tetapi merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian personel selama menjalankan tugas.

«"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh personel yang naik pangkat. Kenaikan pangkat ini adalah hadiah terindah untuk keluarga atas pengabdian dan dedikasi selama bertugas. Saya juga bangga dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang telah menorehkan prestasi serta membawa nama baik Polres Bangka Barat," kata Pradana.»

Ia juga menyoroti keberhasilan salah satu personelnya, Briptu Rusdi Ahmad, yang berhasil meraih Juara I Kumite 65 kilogram pada Kejuaraan Karate Piala Kapolri Tahun 2026.

Pradana berharap seluruh personel terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Tetap berbuat yang terbaik untuk kesatuan kita, Polres Bangka Barat. Semoga ke depan Polres Bangka Barat semakin maju di segala bidang dan mampu terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutupnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi penanaman 43 pohon di lahan Ketapang Polres Bangka Barat sebagai simbol semangat tumbuh, pengabdian, dan keberlanjutan, sebelum ditutup dengan acara syukuran bersama seluruh personel.
(Tony