TRENDING NEWS

Selasa, 24 Maret 2026

Tiga Pantai di Bangka Barat Dipadati Wisatawan, Kapolres Turun Ingatkan Pengawasan Anak dan Barang Bawaan




Lonjakan pengunjung selama libur Idul Fitri terlihat di sejumlah objek wisata pantai di Bangka Barat. Tiga titik yang menjadi perhatian yakni Pantai Tanjung Kalian, Pantai Batu Rakit, dan Pantai Baru yang dipadati masyarakat sejak sehari sebelumnya.


Menyikapi kondisi tersebut, Polres Bangka Barat melaksanakan patroli dialogis dan pemantauan langsung pada Selasa siang guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung.

Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, mengatakan bahwa peningkatan jumlah wisatawan menjadi fokus utama pengamanan di lapangan.


“Hari ini kami melaksanakan patroli dialogis dan pemantauan di objek wisata, karena sejak kemarin pantai-pantai ini dipadati masyarakat yang berlibur bersama keluarga,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, petugas juga aktif menyampaikan imbauan kepada pengunjung. Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap barang bawaan agar tidak tertinggal maupun hilang di tengah keramaian.


Selain itu, pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di kawasan pantai menjadi perhatian penting, mengingat tingginya aktivitas di area tersebut.


“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan barang bawaannya. Kemudian kepada para orang tua, agar anak-anak yang bermain di pantai tetap dipantau dan diawasi,” tegasnya.


Dari hasil pemantauan, situasi di ketiga objek wisata tersebut terpantau ramai namun tetap aman dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di tengah keramaian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan.


“Silakan menikmati libur Lebaran, namun tetap utamakan keselamatan,” tutup Kapolres.

Sabtu, 21 Maret 2026

Polres Bangka Barat Pastikan Salat Idulfitri 1447 H Berjalan Lancar dan Kondusif



Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (21/3/2026), berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. 

Kegiatan ibadah yang digelar di berbagai masjid dan lapangan terbuka tersebut mendapat pengamanan dari jajaran Polres Bangka Barat bersama Polsek setempat.

Salat Idulfitri juga dipusatkan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangka Barat di Lapangan Gelora Mentok. Meski sempat dialihkan lokasi akibat hujan, pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar dengan diikuti ratusan jemaah.

Pengamanan tidak hanya dilakukan oleh personel kepolisian, namun juga melibatkan unsur masyarakat seperti Pemuda Katolik dan Persatuan Batak Bersatu yang turut membantu pengaturan lalu lintas serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. 

Sinergi lintas elemen ini dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Selain di Mentok, pelaksanaan Salat Idulfitri juga berlangsung di sejumlah kecamatan seperti Simpang Teritip, Jebus, Parittiga, Kelapa, dan Tempilang dengan jumlah jemaah bervariasi di tiap lokasi. Seluruh kegiatan mendapat pengamanan dari personel Polres dan Polsek jajaran sesuai kebutuhan di lapangan.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini berjalan dengan aman dan kondusif berkat kerja sama semua pihak.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di wilayah hukum Polres Bangka Barat berjalan lancar, aman, dan khidmat. Ini tidak terlepas dari sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, serta partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan elemen masyarakat seperti Pemuda Katolik dan organisasi kemasyarakatan yang turut membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Toleransi dan kebersamaan ini menjadi cerminan kehidupan masyarakat Bangka Barat yang harmonis,” tambahnya.

Dengan berakhirnya pelaksanaan Salat Idulfitri, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta meningkatkan kewaspadaan selama momentum hari raya.

Jumat, 13 Maret 2026

Polres Bangka Barat Gelar Gerakan Pangan Murah, 1 Ton Beras SPHP Disalurkan untuk Ringankan Beban Masyarakat



BANGKA BARAT - Polres Bangka Barat menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri secara serentak pada Jumat (13/3/2026) pagi di Terminal Lama depan Masjid Jami, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Kegiatan tersebut diawali dengan Zoom Meeting launching Gerakan Pangan Murah Polri yang dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.

Dalam pelaksanaannya di Mentok, sebanyak 1.000 kilogram atau 1 ton beras SPHP disediakan dan seluruhnya habis terjual kepada masyarakat. Tercatat sekitar 100 warga memanfaatkan program tersebut untuk mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Polres Bangka Barat berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya membantu menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Bangka Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya penjualan beras SPHP dengan harga terjangkau tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, dengan antusiasme warga yang cukup tinggi untuk memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh Polres Bangka Barat.

Kamis, 12 Maret 2026

Polda Babel Gelar Operasi Ketupat Menumbing 2026, 1.602 Personel Gabungan Disiagakan*



Polda Bangka Belitung melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Menumbing (OKM) 2026. Apel digelar sebagai kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apel berlangsung dihalaman Mapolda Babel, Kamis (12/3/26) sore yang dipimpin Gubernur Babel Hidayat Arsani didampingi Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing.

Tampak hadir sejumlah unsur Forkopimda termasuk Ketua DPRD Babel serta Wakapolda, PJU hingga pimpinan instansi terkait.

Dari pantauan, Gubernur dan Kapolda turut menyematkan pita kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya OKM di Babel. Selain itu, Kapolda didampingi Forkopimda juga melakukan pengecekan satu persatu pasukan yang tergelar di lapangan.

Kapolda Irjen Pol Viktor mengatakan sebanyak ribuan personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat Menumbing 2026 yang berlangsung selama 13 hari kedepan.

"Operasi ini, personel yang diturunkan gabungan. Ada Polri, TNI, Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait dengan jumlah 1.602 personel. Semua yang terlibat sesuai fungsinya masing-masing,"kata Viktor usai apel.

Selain itu, Viktor juga membeberkan penempatan personel yang terlibat nantinya disesuaikan dengan objek kegiatan masing-masing seperti tempat ibadah, bandara, pelabuhan hingga tempat wisata.

"Nanti disesuaikan dengan objek kegiatan, misalnya ibadah berarti di Masjid. Kalau mengantisipasi arus mudik dan balik, karena kita Kepulauan berarti di Bandara, Pelabuhan dan lain-lain,"bebernya.

"Termasuk yang diperkirakan jadi lokasi balapan liar jadi objek sasaran kita. Dan pasca lebaran nanti biasanya di tempat wisata, semuanya jadi konsentrasi kita bersama,"sambungnya.

Eks Kadivkum Polri ini juga menyebutkan pihaknya telah menyiapkan berbagai Pos selama Operasi Ketupat Menumbing berlangsung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pos yang disiapkan diantaranya 20 Pos Pengamanan (Pospam), 9 Pos Pelayanan (Posyan) dan 5 Pos Terpadu yang tersebar di Babel.

"Harapan kita, semua kegiatan mulai dari puasa, taraweh nanti sampai Solat Idul Fitri, termasuk ada biasanya malam takbiran semua berjalan aman, lancar dan kondusif,"

Sementara, Gubernur Babel Hidayat Arsani menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Menumbing ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan seluruh Indonesia.

Oleh karenanya, ia memastikan semua personel yang terlibat baik dari Polri, TNI maupun Pemerintah Daerah harus dalam posisi aman.

"Tiap tahun ini adalah SOP kita diseluruh Indonesia, namanya Operasi Ketupat dalam rangka menyambut Idul Fitri. Semua posisi harus dalam aman dan berharap Babel kondusif, aman dan terkendali,"ucapnya.

Selain itu, Gubernur juga menegaskan tidak ada perbedaan pengamanan dalam setiap agenda operasi yang berlangsung di Bangka Belitung.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati selama melaksanakan mudik ke kampung halaman.

"Kita selama lebaran 24 jam. Tahun baru, imlek dan lebaran, semua sama, tidak ada perbedaan. Mudahan-mudahan tidak terjadi apa-apa,"tegasnya.

"Kepada pemudik, jangan lupa cek surat kendaraannya dan cek fisik kendaraannya. Semoga selamat sampai tujuan,"pungkasnya.

Sebagai informasi, Polda Babel resmi menggelar Operasi Ketupat Menumbing 2026 melalui apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Mapolda.

Operasi Ketupat Menumbing 2026 ini digelar selama 13 hari kedepan terhitung sejak tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Polda Babel Gelar Operasi Ketupat Menumbing 2026, 1.602 Personel Gabungan Disiagakan*



Polda Bangka Belitung melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Menumbing (OKM) 2026. Apel digelar sebagai kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apel berlangsung dihalaman Mapolda Babel, Kamis (12/3/26) sore yang dipimpin Gubernur Babel Hidayat Arsani didampingi Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing.

Tampak hadir sejumlah unsur Forkopimda termasuk Ketua DPRD Babel serta Wakapolda, PJU hingga pimpinan instansi terkait.

Dari pantauan, Gubernur dan Kapolda turut menyematkan pita kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya OKM di Babel. Selain itu, Kapolda didampingi Forkopimda juga melakukan pengecekan satu persatu pasukan yang tergelar di lapangan.

Kapolda Irjen Pol Viktor mengatakan sebanyak ribuan personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat Menumbing 2026 yang berlangsung selama 13 hari kedepan.

"Operasi ini, personel yang diturunkan gabungan. Ada Polri, TNI, Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait dengan jumlah 1.602 personel. Semua yang terlibat sesuai fungsinya masing-masing,"kata Viktor usai apel.

Selain itu, Viktor juga membeberkan penempatan personel yang terlibat nantinya disesuaikan dengan objek kegiatan masing-masing seperti tempat ibadah, bandara, pelabuhan hingga tempat wisata.

"Nanti disesuaikan dengan objek kegiatan, misalnya ibadah berarti di Masjid. Kalau mengantisipasi arus mudik dan balik, karena kita Kepulauan berarti di Bandara, Pelabuhan dan lain-lain,"bebernya.

"Termasuk yang diperkirakan jadi lokasi balapan liar jadi objek sasaran kita. Dan pasca lebaran nanti biasanya di tempat wisata, semuanya jadi konsentrasi kita bersama,"sambungnya.

Eks Kadivkum Polri ini juga menyebutkan pihaknya telah menyiapkan berbagai Pos selama Operasi Ketupat Menumbing berlangsung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pos yang disiapkan diantaranya 20 Pos Pengamanan (Pospam), 9 Pos Pelayanan (Posyan) dan 5 Pos Terpadu yang tersebar di Babel.

"Harapan kita, semua kegiatan mulai dari puasa, taraweh nanti sampai Solat Idul Fitri, termasuk ada biasanya malam takbiran semua berjalan aman, lancar dan kondusif,"

Sementara, Gubernur Babel Hidayat Arsani menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Menumbing ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan seluruh Indonesia.

Oleh karenanya, ia memastikan semua personel yang terlibat baik dari Polri, TNI maupun Pemerintah Daerah harus dalam posisi aman.

"Tiap tahun ini adalah SOP kita diseluruh Indonesia, namanya Operasi Ketupat dalam rangka menyambut Idul Fitri. Semua posisi harus dalam aman dan berharap Babel kondusif, aman dan terkendali,"ucapnya.

Selain itu, Gubernur juga menegaskan tidak ada perbedaan pengamanan dalam setiap agenda operasi yang berlangsung di Bangka Belitung.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati selama melaksanakan mudik ke kampung halaman.

"Kita selama lebaran 24 jam. Tahun baru, imlek dan lebaran, semua sama, tidak ada perbedaan. Mudahan-mudahan tidak terjadi apa-apa,"tegasnya.

"Kepada pemudik, jangan lupa cek surat kendaraannya dan cek fisik kendaraannya. Semoga selamat sampai tujuan,"pungkasnya.

Sebagai informasi, Polda Babel resmi menggelar Operasi Ketupat Menumbing 2026 melalui apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Mapolda.

Operasi Ketupat Menumbing 2026 ini digelar selama 13 hari kedepan terhitung sejak tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Sabtu, 28 Februari 2026

Hasil Tangkapan Merosot Tajam, HNSI Bangka Barat Desak APH Tindak Tambang di Tembelok dan Kerangan



MENTOK – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka Barat resmi menerima aduan dari perwakilan nelayan Mentok terkait aktivitas pertambangan laut di kawasan Kerangan dan Tembelok. Kehadiran tambang di wilayah tersebut dinilai menjadi pemicu utama lumpuhnya ekonomi nelayan lokal.

Aduan tersebut disampaikan oleh nelayan berinisial AK dan IS., yang mewakili keresahan rekan-rekan seprofesinya. Mereka melaporkan bahwa sejak adanya aktivitas pertambangan di wilayah tersebut, hasil tangkapan mereka menurun drastis dibandingkan sebelumnya.

Ketua HNSI Bangka Barat, Prima Agusta, merespons laporan tersebut dengan nada tegas. Ia meminta pihak kepolisian dan instansi terkait untuk tidak tutup mata terhadap kondisi yang menimpa para nelayan.

"Kami meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Bangka Barat agar segera menindak tegas para pelaku penambangan di wilayah tersebut. Wilayah Kerangan dan Tembelok itu adalah zona tangkap nelayan, bukan untuk pertambangan," tegas Prima Agusta.

Ekonomi Merosot: Hasil laut yang biasanya melimpah kini sulit didapat sejak alat berat dan aktivitas tambang masuk ke wilayah tangkap mereka.

Wilayah Terinvasi: Nelayan merasa ruang gerak mereka untuk menebar jaring semakin sempit dan terbatas.

Diduga kuat limbah atau kebisingan dari aktivitas tambang membuat ikan menjauh dari pesisir tradisional Mentok.


HNSI Bangka Barat menegaskan akan terus mengawal laporan dari AK dan IS hingga ada tindakan nyata dari pihak berwenang di lapangan. Menurut Prima, perlindungan terhadap zona tangkap adalah harga mati untuk menjaga keberlangsungan hidup ratusan kepala keluarga nelayan di Bangka Barat.

(Indah)

Hutan Mangrove Mengkubung Rusak Parah, Alat Berat Terjang Kawasan Konservasi



BELINYU – Ekosistem hutan lindung mangrove di Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, kini berada dalam kondisi kritis. Selama sepekan terakhir, aktivitas penambangan timah ilegal yang melibatkan alat berat dilaporkan beroperasi bebas, memicu kerusakan lingkungan yang signifikan di wilayah konservasi tersebut.

Berdasarkan investigasi dan informasi lapangan, kerusakan hutan ini dipicu oleh pengoperasian unit alat berat dan mesin tambang di zona sensitif. Berikut detail aktivitas di lokasi:

Terpantau satu unit ekskavator (PC) dan satu unit mesin tambang rajuk yang aktif melakukan pengerukan.

Penambangan berada sangat dekat dengan pangkalan perahu nelayan Mengkubung, yang merupakan jalur vital ekonomi warga pesisir. 
Dugaan Pelaku: Aktivitas ini disinyalir dikoordinir oleh oknum warga berinisial Kmr warga Simpang Mengkubung. Hingga berita ini diturunkan, kegiatan tersebut diduga kuat tidak mengantongi izin resmi ilegaKerusakan bentang alam di 
Mengkubung tidak hanya merugikan secara ekologis, tetapi juga mengancam mata pencaharian warga. Beberapa dampak nyata yang terpantau meliputi:

Pohon-pohon mangrove yang berfungsi sebagai penahan abrasi tumbang akibat pengerukan alat berat.

okasi tambang yang berdekatan dengan dermaga dikhawatirkan menutup akses keluar-masuk perahu nelayan.

Kepunahan Habitat: Kerusakan ekosistem mangrove secara otomatis merusak tempat berkembang biak ikan dan kepiting, yang menjadi komoditas utama tangkapan warga.

Meskipun telah beroperasi selama satu minggu tanpa hambatan, warga berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang sebelum kerusakan semakin meluas.

"Hutan mangrove adalah benteng alam. Jika dibiarkan rusak demi kepentingan pribadi, masyarakat luas dan nelayanlah yang akan menanggung dampaknya dalam jangka panjang."

Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera turun ke lapangan guna menertibkan tambang ilegal tersebut. Pelaku diharapkan dapat ditindak tegas sesuai dengan UU Kehutanan dan UU Lingkungan Hidup yang berlaku demi menyelamatkan sisa-sisa hutan mangrove di Belinyu.

Rabu, 25 Februari 2026

Diduga Ahen terjaring Operasi, Isu Bekingan Kuat Mengguncang Babel



MENTOK — Jagat pertimahan Bangka Belitung kembali memanas. Kabar mengejutkan mengenai diamankannya pengusaha timah kenamaan asal Mentok, Ahian alias Ahen, sontak memicu kegaduhan. Ahen diduga terlibat dalam upaya penyelundupan timah skala besar yang terendus aparat di kawasan pesisir.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dan merujuk pada pemberitaan Babelterkini.com, peristiwa ini bermula dari dugaan upaya penyelundupan dua truk pasir timah dari kawasan perairan Laut Enjel, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, pada Kamis (26/2/2026).

Ahen dikabarkan diamankan petugas saat proses pengangkutan timah dari jalur laut tersebut sedang berlangsung. Hingga saat ini, status hukum serta barang bukti yang diamankan masih menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat.


Upaya konfirmasi terus dilakukan oleh awak media untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Kasi Humas Polres Bangka Barat akhirnya memberikan respons singkat terkait kabar yang beredar luas ini.

"Terkait informasi tersebut, saat ini personel kami masih di lapangan. Perkara ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Mohon bersabar, nanti akan kami sampaikan perkembangan resminya," tulis Kasi Humas dalam pesan WhatsApp saat dikonfirmasi wartawan.

Pernyataan singkat ini seolah mengonfirmasi adanya pergerakan aparat di lapangan, meski detail mengenai penangkapan Ahen dan penyitaan dua truk timah belum dibuka secara gamblang oleh pihak kepolisian.


Di wilayah Mentok, nama Ahen dikenal sebagai pemain lama dengan jaringan distribusi yang diduga sangat luas. Aktivitas gudang pasir timah miliknya yang berada tepat di belakang kediamannya pun kerap menjadi sorotan warga sekitar.

Penindakan ini langsung memicu spekulasi liar. Publik mempertanyakan apakah operasional pengangkutan timah dalam jumlah besar tersebut mendapatkan perlindungan dari oknum tertentu.


Kasus ini kini menjadi ujian bagi komitmen aparat penegak hukum di Bangka Belitung dalam memberantas tambang dan penyelundupan ilegal. Masyarakat menaruh harapan besar agar:

Pengusutan Tuntas: Kasus diusut tanpa tebang pilih, terutama terkait barang bukti dua truk timah.

Klarifikasi Isu Bekingan: Jika isu keterlibatan "orang kuat" hanyalah rumor, klarifikasi resmi sangat dibutuhkan agar tidak berkembang menjadi fitnah.

Pintu Masuk: Menjadi momentum untuk membongkar jaringan penyelundupan yang lebih besar di wilayah Bangka Barat.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi langsung kepada pihak Ahen belum membuahkan hasil karena nomor telepon yang bersangkutan terpantau tidak aktif. Publik kini menanti rilis resmi atau konferensi pers dari Polres Bangka Barat untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Sabtu, 21 Februari 2026

*Babak Baru Insiden Tambang Pondi Kabupaten Bangka, Polda Babel Kembali Tetapkan 2 Tersangka Baru*


Insiden tambang Pondi di Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka diawal Februari lalu memasuki babak baru. Penyidik Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung kembali menetapkan 2 tersangka.

Terkait penetapan dua tersangka baru itu turut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso, S.IK, MH.

"Ya, ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka baru oleh penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Babel dalam insiden tambang Pondi Kabupaten Bangka,"kata Agus, Sabtu (21/2/26) pagi. 

Agus menyebutkan, dua orang yang ditetapkan tersangka baru dalam kasus ini yakni HT alias At (39) dan MN alias Ni (62). Keduanya, lanjut Agus, merupakan Direktur Utama dan Penanggung Jawab Operasi (PJO) dari CV yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

"Peran kedua tersangka ini yakni, HT alias At selaku Dirut, sedangkan untuk MN alias Ni selaku PJO dari CV. Tiga Saudara,"sebutnya.

Agus menerangkan, penetapan tersangka ini dilakukan pada Jumat 20 Februari 2026 setelah penyidik melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.

"Siang kemarin sudah dilakukan pemeriksaan hingga menetapkan keduanya sebagai tersangka. Saat inipun, keduanya sudah dilakukan penahanan di Rutan Mapolda,"tegasnya.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari  pengembangan perkara terhadap insiden tambang Pondi Kabupaten Bangka yang mengakibatkan 7 korban meninggal dunia.

"Tentunya kami tegaskan disini, bahwa ini merupakan wujud komitmen Bapak Kapolda Babel Irjen Pol Viktor Sihombing yang disampaikan pada Konferensi Pers beberapa waktu lalu untuk terus mengusut dan menuntas kasus insiden Tambang Pondi yang cukup menyita publik ini,"tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Babel resmi menetapkan 3 orang sebagai tersangka pada insiden kecelakaan tambang serta penambangan timah Pondi di Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka.

Penetapan ketiga tersangka ini dilakukan usai penyidik melakukan penyidikan serta pemeriksaan terhadap belasan saksi.

Ha itu disampaikan Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda, Jumat (6/2/26) lalu.

"Setelah melakukan serangkaian penyidikan dan memeriksa 16 saksi, penyidik menetapkan 3 tersangka yang saat ini sudah dilakukan penahanan sejak tanggal 5 Februari 2026,"kata Viktor kepada wartawan.

Dari ketiga tersangka ini, kata Kapolda, proses peristiwanya telah dipisahkan oleh penyidik diantaranya aktivitas penambangan yang mengakibatkan orang meninggal dunia dan penambangan timah ilegal.

"Ada 2 peristiwa disana yang kegiatannya sama dan prosesnya kami pisahkan. Pertama untuk inisial ‎Kh alias A alias HKS, serta S alias A merupakan pemilik, pemodal serta kolektor timah, yang aktivitasnya mengakibatkan tujuh pekerja tambang meninggal dunia,"ujar Viktor.

"Sedangkan tersangka S alias A pemilik pemodal dan kolektor, yang beraktivitas di sebelahnya dengan delapan orang pekerja,"sambungnya.

Selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga melakukan langkah proses penyitaan terhadap barang bukti 1 unit excavator termasuk ada 2 alat berat yang diduga masih tertimbun, peralatan tambang, pasir timah seberat 275 kilogram dan beberapa dokumen lainnya.

"Untuk barang buktinya saat ini sudah diamankan oleh penyidik dan menjadi bahan proses penyidikan selanjutnya,"terangnya.

Senin, 16 Februari 2026

Tuduhan Pengalihan Kernel di Tapung Isapan Jempol, Pemilik Gudang Sebut Narasi "Video Usang" Sengaja Digoreng!

KAMPAR - Pemilik gudang di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, berinisial DM, angkat bicara terkait pemberitaan miring yang menyudutkan usahanya terkait dugaan pengalihan inti sawit (kernel) milik PTPN IV. (16/02/2026).

Dengan nada bicara tinggi dan tegas, DM menyebut narasi yang dibangun sejumlah pihak adalah asumsi prematur yang dipaksakan dan cenderung menjurus pada pembunuhan karakter.

Menanggapi isu panas tersebut, Aparat Penegak Hukum (APH) dilaporkan telah turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar. Hasilnya? Zonk.

Tidak ditemukan satu butir pun inti sawit (kernel) sebagaimana yang dituduhkan dalam pemberitaan sebelumnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa gudang tersebut hanya berisi tumpukan Cangkang Sawit (Palm Kernel Shell), yang secara nilai ekonomi dan legalitas jauh berbeda dengan inti sawit.

"Silakan cek, jangan bicara pakai asumsi di balik meja. APH sudah turun, dan faktanya yang ada hanya cangkang sawit. Kalau tidak mengerti perbedaan kernel dan cangkang, sebaiknya belajar dulu sebelum menyebar narasi yang menyesatkan publik," cetus DM saat dikonfirmasi, Senin (16/02).

DM menyayangkan adanya penyebaran potongan video atau foto yang dijadikan dasar tuduhan. Ia menegaskan bahwa dokumentasi yang beredar kuat dugaan adalah rekaman lama (file lawas) sekitar dua bulan lalu yang sengaja dimunculkan kembali oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kegaduhan.

"Itu video dua bulan lalu! Saat ini sama sekali tidak ada aktivitas seperti yang dituduhkan. Menggunakan video usang untuk menghakimi kondisi hari ini adalah bentuk jurnalisme dangkal yang sangat merugikan," tegasnya dengan nada pedas.

Terkait tuduhan keterlibatan dalam sindikat penggelapan aset negara atau kerugian BUMN, DM memperingatkan semua pihak agar tidak bermain api dengan data yang tidak valid.

"Jangan mencoba membenturkan usaha masyarakat dengan aparat atau instansi negara lewat opini yang dipelintir. Kami menghormati hukum, tapi kami tidak akan tinggal diam jika difitnah dengan data sampah," tambahnya.

Hingga saat ini, kondisi di lokasi terpantau kondusif dan tidak ditemukan adanya aktivitas ilegal. Fakta bahwa yang tersedia hanya tumpukan cangkang sawit secara otomatis mematahkan seluruh spekulasi mengenai "pengalihan muatan" atau "penyamaran tonase" yang sebelumnya dituduhkan secara keji. (Tim Redaksi).

Kamis, 12 Februari 2026

*Polda Babel Kembali Resmikan dan Groundbreaking SPPG, Komitmen Nyata Dukung Program MBG*



Polda Bangka Belitung kembali meresmikan operasional 3 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri pada Jumat (13/2/26). Peresmian sendiri dipusatkan di SPPG Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah.

Selain meresmikan operasional SPPG, Polda Babel juga melakukan groundbreaking 2 unit SPPG Polri yang ada di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Selatan.
Peresmian dan groundbreaking ini dilakukan oleh Wakapolda Babel Brigjen Pol Murry Mirranda yang diikuti oleh Pejabat Polda hingga Kapolres/ta jajaran diwilayah masing-masing.

"Alhamdulillah hingga saat ini, Polda Bangka Belitung telah melaksanakan pembangunan 10 SPPG yang dapat melayani penerima manfaat dengan estimasi 21 ribu siswa yang tersebar di Pulau Bangka dan Pulau Belitung,"kata Murry dalam sambutannya.

Murry membeberkan, dari 10 unit SPPG yang telah dibangun itu, 7 diantaranya sudah beroperasional dan unit yang lainnya sedang berlangsung groundbreaking atau peletakan baru pertama.
Adapun rinciannya sebagai berikut : 
1. SPPG Taman Sari Pangkalpinang dengan 2.702 siswa penerima manfaat.
2. SPPG Merawang Kabupaten Bangka dengan 3.146 siswa penerima manfaat.
3. SPPG Sungailiat Kabupaten Bangka dengan 2.031 siswa penerima manfaat.
4. SPPG Tanjung Pandan Kabupaten Belitung dengan 2.645 siswa penerima manfaat.
5. SPPG Dendang Kabupaten Belitung Timur dengan 2.485 siswa penerima manfaat
6. SPPG Manggar Kabupaten Belitung Timur dengan 2.278 siswa penerima manfaat.
7. SPPG Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah dengan 2.045 siswa penerima manfaat.
8. SPPG Rangkui Polresta Pangkalpinang sedang berlangsung groundbreaking.
9. SPPG Payung Polres Bangka Selatan sedang berlangsung groundbreaking.
10. SPPG Mendo Barat Polres Bangka.

"Untuk SPPG Sungai Selan yang kita hadiri saat ini, telah menjangkau 4 sekolah dengan total penerima manfaat yakni TK/PAUD 219 siswa, SD 886 siswa, SMP 491 siswa dan SMA/SMK 449 siswa dengan total 2.045 siswa,"bebernya.

Lebih lanjut, Jenderal Bintang Satu Polri ini menegaskan pembentukan SPPG ini merupakan bukti nyata dukungan Polri terhadap program prioritas Presiden RI dalam mengentaskan kemiskinan dan masalah gizi terutama pada anak-anak.

 "Tentunya, pemerintah melalui berbagai kebijakannya mendorong semua elemen bangsa termasuk institusi Polri untuk berperan aktif dalam menjawab tantangan sosial yang ada ditengah masyarakat,"tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolda turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mewujudkan program ini.

"Saya mewakili Pak Kapolda, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mewujudkan program ini. Semoga kehadiran SPPG ini memberi manfaat nyata serta menjadi model pelayanan gizi terpadu di Bangka Belitung,"ungkapnya.

Sebagai informasi, peresmian dan groundbreaking di Babel ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan serentak di Indonesia.

Agenda nasional ini dilaksanakan secara terpusat oleh Polri di Jakarta yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Tak hanya itu, kegiatan peresmian dan groundbreaking SPPG Polri serentak serta Gudang Ketahanan Pangan Polri ini turut dihadiri oleh seluruh Kapolda se-Indonesia termasuk Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing.

(Indah)

Rabu, 11 Februari 2026

Dit Polairud Polda Babel Gerebek Gudang Peleburan Pasir Timah Ilegal Di Kabupaten Bangka*



Direktorat Polairud Polda Bangka Belitung menggerebek sebuah gudang di Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Selasa (10/2/26) sore.

Gudang tersebut diketahui dijadikan tempat untuk peleburan (pemurnian) pasir timah menjadi balok secara ilegal.

Terkait pengungkapan kasus itu turut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso.

"Ya benar, Selasa sore tim dari Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Babel berhasil mengggerebek salah satu gudang di Kabupaten Bangka yang disinyalir melakukan aktivitas ilegal peleburan pasir timah,"kata Agus di Mapolda, Kamis (12/2/26) pagi.

Dalam penggerebekan itu, Tim Subdit Gakkum berhasil mengamankan satu orang pekerja dan 12 keping balok timah serta peralatan 

"Ada satu pekerja yang diamankan dilokasi termasuk 12 keping balok timah yang sudah dicetak kurang lebih seberat 300 kilogram. Saat ini sudah di Mako Polairud,"ujarnya.

Usai diamankan, pekerja digudang tersebut mengakui bahwa pemilik dari gudang peleburan timah ilegal yakni berinisal MJ alias W alias Jepang (31) warga Batu Rusa Kabupaten Bangka.

"Berdasarkan pengakuan pekerja, Tim kemudian menangkap MJ alias W alias Jepang. Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka,"terangnya.

Lebih lanjut, Agus menerangkan hingga saat ini Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Babel masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, kata Agus, pasir timah yang dileburkan di gudang tersangka dibeli dari penambangan pasir timah di Perairan DAS Jada Bahrin Merawang Kabupaten Bangka.

Agus menambahkan, atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 161 UU nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana Pasal 161.

"Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan atau pemurnian, pengembangan dan/atau pemanfaatan, pengangkutan, penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun,"pungkasnya.

Minggu, 08 Februari 2026

Perang Ketupat Tempilang: Tawa, Rezeki dan Wajah Kebangkitan Budaya dari Pinggir Kampung Pesisir



Penulis: Agus, Satrio dan Belva Al Akhab 

Tempilang, Bangka Barat — Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Minggu (8/2/2026), menjadi ruang temu ribuan manusia dengan ingatan kolektifnya. Di bawah langit cerah dan laut yang tenang, ketupat beterbangan di udara, disambut sorak tawa dan wajah-wajah yang larut dalam kegembiraan. Namun Perang Ketupat Tempilang bukan sekadar keramaian tahunan. Ia adalah peristiwa kebudayaan, tempat nilai, sejarah, spiritualitas dan identitas masyarakat pesisir Bangka Barat dirawat dan dihidupkan kembali.

Tradisi yang telah diwariskan sejak abad ke-19 ini berakar dari kesadaran kolektif masyarakat Tempilang akan pentingnya keseimbangan hidup. Perang Ketupat dipercaya sebagai ritual tolak bala, pembersihan kampung, sekaligus ungkapan syukur menjelang bulan suci Ramadan. Di dalamnya, manusia, alam dan kekuatan spiritual ditempatkan dalam satu tarikan napas yang utuh.

Kehadiran negara dalam ritual ini ditandai dengan hadirnya Bupati Bangka Barat Markus, Wakil Bupati H. Yus Derhaman, Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, Dandim 0431 Bangka Barat, Sekda, jajaran OPD, tokoh adat, tokoh agama, serta ribuan masyarakat menunjukkan bahwa Perang Ketupat tidak lagi dipandang sebagai tradisi pinggiran. Ia telah menjadi fondasi identitas kultural Bangka Barat.

Bupati Bangka Barat Markus menegaskan bahwa Perang Ketupat adalah lebih dari sekadar perayaan adat.

“Tradisi ini mengandung makna yang sangat dalam. Ia adalah simbol rasa syukur, ritual tolak bala, sekaligus ruang silaturahmi yang menyatukan masyarakat tanpa sekat,” ujar Markus.

Pengakuan nasional terhadap Perang Ketupat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) menjadi penanda bahwa nilai-nilai lokal Tempilang memiliki makna universal. Namun, pengakuan itu juga membawa tanggung jawab menjaga agar kebudayaan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi terus hidup dalam praktik sosial masyarakat.

Secara historis, Perang Ketupat pertama kali dilaksanakan pada era 1800-an di kawasan Benteng Kota Tempilang. Ia lahir dari masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada laut, musim, dan keteraturan alam. Tradisi ini tumbuh sebagai mekanisme sosial untuk merawat harmoni antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan.

Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derhaman memandang Perang Ketupat sebagai aset kebudayaan strategis dalam pembangunan daerah.

“Perang Ketupat adalah jati diri masyarakat Tempilang. Tokoh adat seperti Pak Keman adalah penjaga nilai dan ruh tradisi ini,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, kata Yus Derhaman, berkomitmen mendukung pengembangan kawasan budaya Tempilang melalui mekanisme desa dan penguatan administrasi, agar kebudayaan menjadi bagian dari arah pembangunan, bukan sekadar pelengkap.

Namun pembangunan kebudayaan menuntut kehati-hatian. Tradisi yang hidup tidak boleh direduksi menjadi komoditas semata. Ia harus tumbuh dari nilai, bukan dari sekadar kemeriahan.

Rangkaian Perang Ketupat diawali dengan ritual adat seperti Penimbongan, Ngancak Penimbong, Taber Kampung, tarian Serimbang dan Kedidi, serta pertunjukan silat Seramo adat dari perguruan Mawar Putih. Doa arwah dan doa selamat menjadi penanda kuat bahwa tradisi ini berpijak pada spiritualitas yang dalam.

Ketika perang dimulai, puluhan pria berpakaian hitam berkumpul di arena. Ketupat dilemparkan bukan dengan amarah, melainkan dengan tawa. Konflik dilepaskan tanpa dendam. Inilah pelajaran sosial yang diwariskan tradisi menyelesaikan ketegangan tanpa merusak ikatan kemanusiaan.

Di balik riuh arena, tersimpan filosofi yang dijaga para pemangku adat. Keman, Dukun Laut Tempilang dan penerus adat Perang Ketupat, menyebut tradisi ini sebagai ruang pendidikan nilai lintas generasi.

“Ketupat adalah simbol kehidupan. K itu kehidupan, E etika, T tauhid, U umat, P perilaku, A agamis, dan T tradisi,” jelasnya.

Nilai-nilai ini menegaskan bahwa Perang Ketupat adalah etika hidup yang diajarkan melalui ritual. Ia membentuk adab, tanggung jawab sosial dan kesadaran spiritual nilai yang kerap tergerus oleh modernitas yang serba cepat.

Menurut Keman, tantangan pelestarian budaya sering datang dari kesalahpahaman tafsir keagamaan. Namun dialog dengan otoritas agama hingga Kementerian Agama telah menegaskan bahwa Perang Ketupat justru mengandung nilai-nilai Islam yang kuat dan tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Kini, Perang Ketupat juga menjadi agenda wisata budaya Bangka Barat. Ribuan pengunjung hadir setiap tahun, memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Namun di sinilah ujian kebudayaan muncul apakah tradisi akan tetap menjadi subjek hidup atau berubah menjadi tontonan musiman.

“Ini bukan soal hiburan, tapi soal jati diri,” kata Keman.

Pelestarian sejati menuntut keberpihakan pada nilai, pada masyarakat adat, dan pada ruang hidup pesisir yang menjadi fondasi kebudayaan itu sendiri.

Perang Ketupat Tempilang adalah cermin bagaimana kebudayaan bekerja mengikat manusia dengan sejarahnya, menautkan ritual dengan etika dan menjembatani masa lalu dengan masa depan. Di tengah arus modernitas, tradisi ini berdiri sebagai penanda bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari beton dan angka, tetapi dari kemampuan menjaga identitas, nilai dan ingatan kolektif.

Dari pesisir Tempilang, Bangka Barat belajar satu hal penting bahwa kebudayaan bukan penghambat kemajuan, melainkan fondasi paling kokoh untuk membangunnya.

Sabtu, 31 Januari 2026

Raker 1 SP Riaupulp PT.RAPP Bersama DPD K SPSI Provinsi Riau.Kebebasan Berserikat dan Berafiliasi Untuk Meningkatkan Solidaritas



PEKANBARU_Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, Roni Rakhmat, S.STP, M.Si, secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Federasi Serikat Pekerja Industri Bahan Industri (F SP IBI) Riau Pulp PT RAPP–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K SPSI).

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Citismart, Jalan Gatot Subroto, Pekanbaru, Jumat (30/01/26) pagi, dengan mengusung tema “Kebebasan Berserikat dan Berafiliasi untuk Meningkatkan Solidaritas.”

Berita acara Bergabung Pernyataan SP Riaupulp.

1. Bergabung dengan DPD K.SPSI Provinsi Riau Pimpinan Ketua NURSAL TANJUNG 

2. Hal-hal yang berkaitan dengan penggabungan sesuai dengan aturan peraturan perundangan-undangan yang berlaku di serahkan sepenuhnya pelaksanaan nya kepada DPD K SPSI Provinsi Riau.

3. SP Riaupulp berjanji akan mematuhi ketentuan sesuai dengan aturan Perundangan-undangan yang berlaku.

Roni Rakhmat menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Riau yang berhalangan hadir karena agenda lain. Ia mengapresiasi pelaksanaan rapat kerja sekaligus deklarasi penggabungan federasi yang dinilainya sebagai langkah bijak dan positif bagi penguatan organisasi serikat pekerja.

“Rapat kerja ini jangan dimaknai sebagai rutinitas seremonial semata, tetapi menjadi momentum evaluasi diri. Apa yang masih kurang, itu yang kita perbaiki bersama. Aspirasi anggota harus disampaikan sesuai tempat dan mekanismenya,” ujar Roni.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas anggota serikat, terutama dalam memahami regulasi ketenagakerjaan yang terus berkembang setiap tahun. Menurutnya, penguasaan aturan dan pengetahuan menjadi kunci agar serikat pekerja mampu berperan maksimal dan tidak tertinggal.

Selain itu, Roni mendorong penguatan kemampuan negosiasi di lapangan agar tercipta hubungan industrial yang harmonis tanpa konflik. Ia menegaskan bahwa kecintaan terhadap tempat kerja dan perusahaan harus berjalan seiring dengan perjuangan hak-hak pekerja.

“Perusahaan adalah rumah kedua bagi para pekerja. Jika perusahaan terganggu, tentu karyawan juga akan terdampak. Maka, hubungan yang dibangun harus saling menguatkan,” tambahnya.

Roni juga mengapresiasi soliditas dan komunikasi antar organisasi serikat yang dinilainya semakin baik. Hal tersebut terlihat dari tingginya partisipasi undangan meski dengan keterbatasan tempat. Ia optimistis serikat pekerja ke depan akan semakin besar, kuat, dan memberi manfaat nyata bagi anggotanya.

Sementara itu, Human Resource Development (HRD) PT RAPP, Hermawan, ST, MM, SH, menjelaskan bahwa Raker kali ini juga menandai perubahan struktur organisasi, baik pada tingkat federasi maupun konfederasi.

“Awalnya federasi ini berada di bawah Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia, kini bertransformasi menjadi F SP IBI dengan konfederasi K SPSI. Rapat kerja ini menjadi yang pertama di bawah naungan K SPSI,” jelas Hermawan.

Ia menegaskan bahwa perusahaan menyambut baik dinamika organisasi tersebut. Menurutnya, perubahan merupakan hal yang wajar selama membawa dampak positif, terutama dalam mendorong profesionalisme dan kemandirian serikat pekerja.

Hermawan juga menyoroti sejarah panjang kemitraan antara PT RAPP dengan K SPSI yang selama ini terjalin dengan baik. Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat melalui komunikasi yang konstruktif serta pembinaan berkelanjutan dari pemerintah, khususnya di bidang ketenagakerjaan dan jaminan sosial.

“Pesan kami dari perusahaan, jangan terjebak pada kegiatan yang hanya bersifat seremonial. Rapat kerja harus menghasilkan program kerja yang konkret dan benar-benar menyentuh kebutuhan anggota,” tegasnya.

Saat ini, jumlah anggota serikat pekerja PT RAPP tercatat sekitar 2.000 orang dan masih berpotensi bertambah. Perusahaan berharap organisasi serikat dapat terus berkembang dan berperan aktif dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.

Kheysa

Jumat, 30 Januari 2026

Polres Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 10 Ton Timah, Disamarkan dalam Fiber Udang untuk Kelabui Petugas



Polres Bangka Barat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan balok timah dan pasir timah dalam jumlah besar di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. 

Para pelaku menyamarkan muatan timah tersebut menggunakan fiber box udang untuk mengelabui petugas saat pemeriksaan.
Penggagalan penyelundupan ini dilakukan oleh Tim Hiu Satpolair Polres Bangka Barat pada Rabu (28/1/2026) malam, setelah petugas menerima informasi adanya kendaraan yang diduga membawa muatan timah ilegal yang akan diseberangkan ke luar Pulau Bangka.

Saat dihentikan dan diperiksa, petugas mendapati satu unit truk membawa 42 fiber box yang dilengkapi surat jalan dengan keterangan muatan udang. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan fisik, isi fiber box tersebut ternyata balok timah dan pasir timah kering.

“Pelaku dengan sengaja menggunakan fiber udang dan dokumen pengiriman hasil laut untuk mengelabui petugas, namun upaya tersebut berhasil kami gagalkan,” kata Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K.

Dalam penggagalan ini, Polres Bangka Barat mengamankan lima orang yang berperan sebagai sopir, buruh pikul, dan pencatat barang. Seluruhnya kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Bangka Barat.

Pengecekan lanjutan yang dilakukan pada Jumat (30/1/2026) mengungkap total barang bukti berupa 401 keping balok timah,
38 karung pasir timah kering
Dengan estimasi berat sekitar 10 ton dan nilai ekonomi ditaksir mencapai Rp 5 miliar.

Kapolres menegaskan, Polres Bangka Barat akan terus memperketat pengawasan di jalur pelabuhan dan laut guna menggagalkan berbagai modus penyelundupan, termasuk yang menggunakan kamuflase pengiriman hasil perikanan.

(Indah)

Sabtu, 24 Januari 2026

Deddi Wijaya Optimistis Golkar Bangkit Usai Pelantikan Hidayat Arsani



PANGKALPINANG — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bangka Barat, Deddi Wijaya SELAKU KETUA di dampingi EDI WARSTIO,SH SEKRETARIS DPDII Golkar BABAR, menaruh optimisme besar terhadap masa depan Partai Golkar Bangka Belitung seiring pelantikan Hidayat Arsani sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Babel oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Minggu (25/1) di Hotel Aston Pangkalpinang.

Menurut Deddi, pelantikan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi partai dan meningkatkan perolehan suara Golkar di seluruh wilayah Bangka Belitung.

“Dengan dilantiknya Pak Hidayat Arsani, kami melihat semangat baru di internal partai. Ini momentum untuk membenahi barisan dan bergerak lebih cepat,” ujar Deddi.

Ia menilai, kepemimpinan Hidayat Arsani memiliki nilai strategis karena saat ini juga menjabat sebagai Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Posisi tersebut diyakini dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antara struktur partai dengan arah pembangunan daerah.
“Beliau punya pengalaman dan pemahaman yang kuat tentang kondisi daerah. Ini menjadi modal penting untuk membesarkan Golkar Babel,” katanya.

Deddi menegaskan, DPD II Golkar Bangka Barat pasti mendukung penuh langkah dan kebijakan DPD I di bawah kepemimpinan Hidayat Arsani, terutama dalam menghadapi agenda politik ke depan.

“Fokus utama kami adalah penguatan struktur, kaderisasi, dan kerja nyata di tengah masyarakat. Targetnya jelas, suara Golkar harus meningkat,” tegasnya.

Ia berharap, setelah pelantikan, konsolidasi internal dapat segera dilakukan hingga ke tingkat kecamatan dan desa agar mesin partai benar-benar siap bekerja.

“Golkar harus kembali menjadi partai yang dekat dengan rakyat. Itu yang akan kami dorong bersama,” pungkas Deddi.


(Indah)

Kamis, 22 Januari 2026

Polres Bangka Barat Minta Penambang Kosongkan Perairan Limbung Mentok



Bangka Barat - Polres Bangka Barat memberikan imbauan tegas kepada para penambang yang beraktivitas di Perairan Laut Limbung, kawasan Pelabuhan Nelayan Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Bangka Barat.

Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan penertiban yang dilakukan Polres Bangka Barat, menyikapi maraknya pemberitaan di media sosial terkait aktivitas tambang di perairan tersebut.

Kasat Polairud Polres Bangka Barat, selaku pejabat yang menyampaikan arahan di lapangan, meminta seluruh pemilik tambang maupun panitia agar segera mengosongkan Perairan Laut Tanjung.

“Menanggapi pemberitaan di media sosial, kami mengimbau kepada seluruh pemilik tambang maupun panitia untuk segera mengosongkan perairan Laut Tanjung,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan, bagi pihak yang mengantongi legalitas berupa Surat Perintah Kerja (SPK), aktivitas penambangan hanya diperbolehkan menggunakan unit PIP jenis tower, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) PT Timah.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan penertiban ini merupakan peringatan terakhir dari Polres Bangka Barat. Aparat tidak akan mentolerir apabila masih ditemukan aktivitas penambangan, baik siang maupun malam hari, di perairan Laut Tanjung.

“Ini penertiban pertama dan terakhir. Jangan sampai ditemukan lagi aktivitas tambang yang beroperasi di perairan Laut Tanjung,” tegasnya.

(Indah)